Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Bolehkan Penderita Wasir Melakukan Anal Seks?
23 May 2017, 06:56 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, boleh tidak penderita ambeien melakukan hubungan anal? Terima kasih sebelumnya

Terimakasih telah tentang wasir dan anal seks melalui fitur Tanya Dokter.

Wasir atau disebut juga hemoroid/ambeien merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus. 

Hemoroid dibagi menjadi hemoroid eksterna dan interna. Untuk menegakkan diagnosis hemoroid, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter pada anus penderita.

Berdasarkan derajat keparahannya, hemoroid interna dibagi menjadi:

  • Derajat I: wasir tidak keluar dari rektum
  • Derajat II: wasir prolaps (keluar dari rektum) pada saat mengedan, namun dapat masuk kembali secara spontan
  • Derajat III: wasir prolaps saat mengedan, namun tidak dapat masuk kembali secara spontan, harus secara manual (didorong kembali dengan jari tangan) 
  • Derajat IV: wasir mengalami prolaps namun tidak dapat dimasukkan kembali

Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan ataupun memperberat hemorrhoid antara lain terlalu banyak duduk, susah buang air besar, proses melahirkan, pembesaran prostat, terlalu sering mengangkat benda berat, dsb. Kesalahan makan juga dapat menyetuskan timbulnya gejala-gejala hemorrhoid, terutama jarang mengonsumsi serat dan kurang asupan cairan.

Untuk penanganannya, dapat dibaca selengkapnya di sini: Mengatasi Ambeien.

Terkait dengan anal seks, sejatinya anus diciptakan sebagai bagian dari saluran cerna, dan mempunyai fungsi tempat pengeluaran sisa makanan / feses / tinja. Bagian tubuh ini bukan bagian dari sistem reproduksi manusia, dan tidak diperuntukkan dalam kegiatan seksual.

Anda mungkin berpikir dengan tidak memasukkan alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita, dapat mencegah masuknya sperma saat terjadi ejakulasi sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi. Namun harus diingat juga, bahwa melakukan anal seks dapat menimbulkan efek yang jauh lebih berbahaya.

Ketika melakukan anal seks, pria akan memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang anus pasangannya. Tentunya keadaan ini tidak higienis sama sekali karena lubang anus merupakan tempat keluarnya kotoran. Dari perilaku anal seks ini dapat timbul berbagai macam penyakit, bahkan anal seks dianggap sebagai perilaku seks yang paling berisiko. Berikut beberapa risiko dan dampak dari hubungan seks melalui lubang dubur (anal seks):

  • Lubang anus tidak menghasilkan lubrikan seperti vagina, sehingga selain hanya akan merasakan nyeri sepanjang penetrasi di dubur, penetrasi ke dalam anus juga dapat menyebabkan luka pada anus. Hal ini juga dapat memperparah kondisi wasir yang dialami.
  • Luka tersebut memungkinkan masuknya virus dan bakteri ke dalam pembuluh darah.
  • Bagian dalam anus tidak dilapisi kulit seperti bagian luar anus sehingga tidak ada yang memproteksi masuknya virus ataupun bakteri.
  • Anal seks rentan menularkan penyakit seperti HIV– AIDS, hepatitis, HPV dan lain-lain.
  • Otot di sekitar anus yang berbentuk cincin dapat menjadi longgar bila anal seks dilakukan berulang-ulang sehingga lambat laun, dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menahan BAB (buang air besar).

Kami sarankan agar Anda menghindari perilaku seksual yang berisiko ini. Bila belum ingin hamil, Anda dapat menggunakan metode lain yang lebih aman.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar wasir dan anal seks. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar