Sukses

Gatal di Vagina Saat Vaksin HPV

23 May 2017, 23:11 WIB
Pria, 21 tahun.

dok saya ingin bertanya.saya punyak teman cewek dia pernah tanyak sama saya kenapa sih di saat coitus (senggama) sekitar area vagina dia terasa gatal banget.itu diakibatkan karena apa ya dok? satu lagi .kenapa sih vaksin HPV itu hanya diberikan pada wanita yang belum pernah bersenggama.? makasih ya dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Gatal pada vagina dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah jamur, parasit,ataupun kutu. Apabila diikuti dengan keputihan yang kental bergumpal-gumpal seperti susu maka kemungkinan jamur, bila dengan keputihan yang berwarna kehijauan maka kemungkinan disebabkan parasit. Bila ada seperti titik darah di celana dalam dan sangat gatal di pubis mungkin disebabkan oleh kutu pada rambut pubis.

Namun bisa juga gatal disebabkan karena vagina yang lembab dan kebersihannya kurang terjaga. Terutama saat hamil, karena lingkungan menjadisemakin lembab sangat rentan terjadi infeksi jamur atau bakteri. Selain gatal, apakah anda juga mengeluhkan ada keputihan atau cairan dari vagina anda?

Sebagai informasi, keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti sesaat sesudah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi.

Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu,keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Saran kami adalah agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter mengenai keluhan tersebut untuk mengetahui dengan pasti penyebabnya. Kelainan kulit dan kelamin memang memerlukan pemeriksaan langsung untuk diagnosis, oleh karena itu periksakan segera ke dokter untuk kemudian mendapatkan penanganan yang sesuai. Selain itu, apabila anda melakukan hubungan seksual, lakukanlah hubungan seksual yang aman dengan menggunakan pengaman. Pengaman berguna untuk mencegah kehamilan dan menurunkan risiko penularan infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual dapat menyebabkan efek ping pong, dimana anda saling menularkan satu sama lain

Pencegahan primer infeksi HPV dapat dilakukan sejak dini, dengan menerapkan perilaku seksual sehat dan melakukan vaksinasi HPV. Sebenarnya ada banyak tipe HPV, yaitu HPV risiko tinggi, kemungkinan risiko tinggi, dan risiko rendah. Diantara tiga golongan tersebut, tipe HPV golongan risiko tinggi merupakan faktor penyebab utama kanker serviks, terutama tipe 16 dan 18. Mengacu pada fakta tersebut, dikembangkanlah vaksinasi HPV sebagai tindakan pencegahan primer kanker serviks (bukan terapi).

Saat ini hanya terdapat dua jenis vaksin HPV yang beredar di pasaran: bivalent (untuk HPV tipe 16 dan 18) dan tetravalent/quadrivalent (untuk HPV tipe 16, 18, 6, dan 11). Vaksin jenis bivalent ditujukan untuk tipe HPV golongan risiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker serviks, sedangkan vaksin tipe tetravalent/quadrivalent juga ditujukan untuk tipe HPV 6 dan 11 yang seringkali menyebabkan kutil genital.

Siapakah yang perlu mendapatkan vaksin HPV dan kapan?

Vaksin HPV dianjurkan bagi mereka yang akan menikah, pernah ataupun akan melakukan kontak seksual secara aktif karena dianggap belum terpapar virus HPV tersebut. Vaksin ini juga dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena infeksi HPV

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar