Sukses

Pengobatan Thalasemia

23 May 2017, 20:56 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok saya punya anak perempuan berumur 4 tahun 3 bulan golongan darah anak saya A+ 2 bulan yg lalu anak saya dirawat karena radang paru.setelah cek darah hbnya hanya 5 dan di sarankan untuk transfusi darah.transfusi pertama tidak ada efek apapun dan hb hanya naik 3 jadi 8 masih kurang dan di lakukan transfusi ke2 hasilnya langsung 12 tapi anak saya merasakan sakit di kepala hingga nangis sepertinya sakit banget dan setelah sakit kepala sakit perutnya.apa tidak berpengaruh untuk anak saya 1 lagi di bagian kiri perut anak saya di pegang oleh dokter katanya limpa membesar dan prediksi thalasemi akan di cek lagi bulan juli bagaimana cara mengatasinya supaya limpa kembali normal dan akan terjadi penurunan hb lagi

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang Pengobatan Thalasemia melalui fitur Tanya Dokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Thalassemia adalah sekelompok penyakit keturunan yang merupakan akibat dari ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari keempat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin (komponen darah). Ketidakseimbangan dalam rantai protein globin alfa dan beta, yang diperlukan dalam pembentukan hemoglobin, disebabkan oleh sebuah gen cacat yang diturunkan. Untuk menderita penyakit ini, seseorang harus memiliki 2 gen dari kedua orang tuanya. Jika hanya 1 gen yang diturunkan, maka orang tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala dari penyakit ini.

Thalasemia digolongkan bedasarkan rantai asam amino yang terkena. 2 jenis yang utama adalah Alfa-thalassemia (melibatkan rantai alfa) dan Beta-thalassemia (melibatkan rantai beta). Thalassemia juga digolongkan berdasarkan apakah seseorang memiliki 1 gen cacat (Thalassemia minor) atau 2 gen cacat (Thalassemia mayor). Alfa-thalassemia paling sering ditemukan pada orang kulit hitam (25% minimal membawa 1 gen), dan beta-thalassemia pada orang di daerah Mediterania dan Asia Tenggara.
Semua thalassemia memiliki gejala yang mirip, tetapi beratnya bervariasi. Sebagian besar penderita mengalami anemia yang ringan. Pada bentuk yang lebih berat, misalnya beta-thalassemia mayor, bisa terjadi sakit kuning (jaundice), luka terbuka di kulit (ulkus, borok), batu empedu dan pembesaran limpa (terlihat dengan membesarnya perut).

Sumsum tulang yang terlalu aktif bisa menyebabkan penebalan dan pembesaran tulang, terutama tulang kepala dan wajah. Tulang-tulang panjang menjadi lemah dan mudah patah. Anak-anak yang menderita thalassemia akan tumbuh lebih lambat dan mencapai masa pubertas lebih lambat dibandingkan anak lainnya yang normal.
Karena penyerapan zat besi meningkat dan seringnya menjalani transfusi, maka kelebihan zat besi bisa terkumpul dan mengendap dalam otot jantung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gagal jantung.

Untuk mengatasi gejala-gejala akibat thalasemia dan mencegah pembentukan eritrosit (eritropoiesis) diberbagai organ tubuh, maka penderita thalasemia membutuhkan transfusi PRC (packed red cell). Tranfusi hanya diberikan bila Hb < 8 g/dL (atau bergantung dengan pusat kesehatan). Pada thalassemia yang berat diperlukan transfusi darah rutin dan pemberian tambahan asam folat.

Kami sarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter yang merawat Anda pada pusat Thalasemia yang Anda kunjungi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Pengobatan Thalasemia. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar