Sukses

Nyeri Dada dan GERD

23 May 2017, 20:10 WIB
Pria, 22 tahun.

Hallo dok. Saya penderita gerd. Sudah 2 minggu penyakit ini saya derita namun saya memutuskan tidak mengkonsumsi obat. Yg membuat saya heran saya tidak merasa mual kembung dan dada seperti terbakar. Tetapi saya merasa ada rasa sakit sperti mengganjal di leher dan pada perut bagian tengah saya juga sdikit nyeri. Rasa nyeriya hanya datang beberapa saat. Dan belakangan ini dada kiri saya ada sdikit rasa nyeri juga. Apa nyeri di dada saya efek dari gerd juga ya dok?? Dan mnurut dokter apa kondisi saya memburuk??

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Nyeri Dada dan GERD melalui fitur Tanya Dokter.

Nyeri dada dan sesak nafas memiliki beberapa penyebab, bisa dari otot, tulang, jantung, paru dan lambung. Untuk menentukannya diperkukan pemeriksaan fisik langsung. Seberapa sering Anda mengalaminya? Adakah gejala lain seperti batuk, penurunan berat badan, nyeri ulu hati, mual, muntah, rasa asam di tenggorokan? Sudahkah Anda memeriksakan diri ke dokter? Berhubung umur Anda yang masih muda bisa saja salah satu kemungkinan penyakit yang dapat menyebabkan keluhan ini berasal dari organ lambung, salah satunya GERD.

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

Berhenti merokok

Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.

Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
nitrat

anti-kolinergik

antidepresan tricyclic

NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)

kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Namun, tentu ini bukanlah diagnosis pasti, hanyalah sebuah kemungkinan, karena diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan oleh seorang dokter yang melakukan pemeriksaan langsung. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam, berhubung masih ada beberapa penyebab keluhan sesak dan nyeri dada.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Nyeri Dada dan GERD. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar