Sukses

Tertusuk Jarum: HIV?

23 May 2017, 14:52 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dokter saya sempat tidak sengaja tertusuk jarum suntik baru ketika mau menggantikan infusan . Saya tidak kontak dengan pasien. Yang saya khawatirkan memang itu needle baru.tetapi dok pas tertusuk iru. Saya berada diruang isolasi. Disitu ada pasien dgn tb. Yg saya khawatirkan kl ada pasien hiv dengan pengakit menyertanya tb. Ketika sy sedang luka sy akan kemungkinan tertular hiv juga apa bagaimana dok saya takut juga

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang Tertusuk Jarum: HIV melalui fitur Tanya Dokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

nfeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang mengandung virus HIV (seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI). Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, berganti jarum suntik, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. 

Berdasarkan penelitian yang dilansir oleh centers for disease control and prevention (CDC), terdapat 4 faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda tertular HIV melalui jarum suntik: kedalaman cedera (jarum yang menusuk), darah yang terlihat atau terdapat di dalam jarum, jarum yang menusuk pada pembuluh darah vena atau arteri dan banyaknya darah yang masuk. CDC menyebutkan bahwa risiko seseorang dapat terinfeksi HIV (jika tak sengaja tertusuk jarum) adalah sebesar 0.3% (1 dari 300). Jadi sebetulnya 99.7% kasus tidak menyebabkan infeksi HIV. Sedangkan risiko setelah terpapar darah yang terinfeksi HIV (jika tidak ada luka di kulit) adalah kurang dari 0.1%. Bahkan terpapar sejumlah kecil darah tidak berisiko sama sekali kecuali jika terdapat luka terbuka di kulit Anda.

Virus HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia (host), terkecuali jika terdapat media seperti darah. Virus HIV juga sangat sensitif terhadap perubahan pH. pH yang terlalu asam (di bawah 7) atau terlalu basa (di atas 8) akan merusak virus HIV. Berdasarkan Journal of Medical Virology, virus HIV bisa bertahan dalam darah yang mengering di suhu ruangan selama 5 – 6 hari dan pada suhu 40C bisa bertahan hingga 1 minggu (namun dengan pH optimum yang terjaga). Dari penelitian juga disebutkan bahwa virus HIV bisa mati dengan suhu yang panas (dibutuhkan suhu lebih dari 600C untuk membunuh virus HIV). Jadi sebetulnya meski risikonya kecil (kurang dari 0.3%), Anda bisa tertular HIV dari tusukan jarum yang tak sengaja, tentu Anda juga perlu tetap waspada dan berhati – hati. Jika Anda tak sengaja tertusuk jarum, segeralah cuci area tubuh yang tertusuk dengan sabun dan air mengalir (jika ada dengan cairan disinfektan seperti chlorhexidine gluconate).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Tertusuk Jarum: HIV. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar