Sukses

Seputar Sindrom Pre Menstruasi

23 May 2017, 04:47 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok saya terkadand merasa pusing.mual.muntah.puting susu nyeri bila kena gesekan.perut bawah dan pinggul juga nyeri.saya jg terlambat haid 3hari.mengalami keputihan warna putih susu kental tapi tidak ada efek gatal, bau ato lain2.tapi setelah sehari kemudian saya mengalami haid agak coklat kemerahan tapi banyak, dan masih mual .itu knp yA???

Terimakasih telah bertanya seputar PMS melalui fitur Tanya Dokter.

Dari deskripsi Anda, sepertinya yang Anda alami ialah sindrom pre-menstruasi atau yang sering disebut dengan PMS.

Sindrom Pre-Menstruasi (Pre-Menstrual Syndrome atau PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik & mental, dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan, bisa menjadi lebih ringan ataupun lebih berat dan berupa gangguan mental (mudah tersinggung, sensitif) maupun gangguan fisik. Diperkirakan kurang lebih 85% wanita usia produktif antara usia 25-35 tahun mengalami satu atau lebih gejala dari PMS.

Apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami PMS belum dapat diketahui secara pasti. Banyak dugaan bahwa PMS terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor yang kompleks dimana salah satunya adalah akibat perubahan hormonal yang terjadi sebelum menstruasi. Terjadi penurunan kadar hormon estrogen setelah ovulasi yang mempengaruhi neurotransmitter di otak terutama serotonin. Serotonin memegang peranan dalam regulasi emosi. Meskipun demikian, diduga interaksi kompleks antara hormon estrogen, progesterone dan serotonin dengan PMS masih perlu diteliti lebih lanjut.

Terdapat kurang lebih 200 gejala yang dihubungkan dengan PMS namun gejala yang paling sering ditemukan adalah iritabilitas (mudah tersinggung) dan disforia (perasaan sedih). Gejala mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi berupa gejala fisik maupun psikis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghilang setelah menstruasi.

Gejala fisik antara lain:

  • Kelemahan umum (lekas letih, pegal, linu)
  • Acne (jerawat)
  • Nyeri pada kepala, punggung, perut bagian bawah
  • Nyeri pada payudara
  • Gangguan saluran cerna misalnya rasa penuh/kembung, konstipasi, diare
  • Perubahan nafsu makan, sering merasa lapar (food cravings)

Gejala mental antara lain:

  • Mood menjadi labil (mood swings), iritabilitas (mudah tersinggung), depresi, ansietas (berdebar-debar dan berkeringat)
  • Gangguan konsentrasi
  • Insomnia (sulit tidur)

Anda dapat mencoba beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi gejala PMS:

Pola nutrisi yang sehat (rendah lemak dan garam, tinggi protein, vitamin dan mineral). Perbanyak porsi buah-buahan, sayur mayur, gandum yang tinggi serat. Jika diperlukan, dapat ditambahkan makanan kesehatan (food supplement) yang berupa multivitamin seperti kalsium yang dapat mengurangi rasa kram, Vitamin E untuk mengurangi rasa nyeri pada payudara, keletihan dan insomnia serta Vitamin B6 untuk mengatasi keletihan, iritabilitas dan mood swings.

  • Hindari makanan dengan kadar garam tinggi, makanan manis, kafein, alkohol
  • Selalu melakukan olahraga rutin
  • Tidur cukup minimal 8 jam/hari
  • Hindari rokok
  • Hindari stress berkepanjangan
  • Terapi relaksasi (hipnoterapi, terapi warna, meditasi, aromaterapi dsb).
  • Namun apabila gejala tersebut terus menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan wawancara secara menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar PMS. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar