Sukses

Penyebab Konstipasi

22 May 2017, 11:19 WIB
Pria, 20 tahun.

Salam kenal ya dokter. Ini saya mau tanya dok, baru 3 minggu lalu saya baru saja selesai bersalin sacara caesar dok, dan saat ini kondisi saya jga sudah mulai pulih lah dokter. Tetapi ada satu yg membuat saya hingga saat hari ini belum nyaman dok, yaitu setiap saya mau BAB dok(maaf dokter agak jorokya) saya merasa kesulitan dok , karena asal saya udah mules dan buru2 pengen cepet dituntasin (kotoran) saya enggak bisa keluar dok dikarenakan keras seperti kotoran kambing dok. Jadi saya selalu merasa sakit jika ingin bab saat ini dok , harus dibantu dengan obat pencahar dari dubur saat ini baru bjsa keluar dok. Saya jga sudah banyak ikutin saran orangtua saya dok, musti banyak minum,makan serat, jangan dulu makan roti2 kering dan banyak gerak , tetapi tetep aja dok masih seperti itu . Kira2 ada yang bermasalah tidak dengan saya ini dok ? Dan juga bagaimana saya harus mengatasinya dok tanpa harus pake pencahar lewat dubur dokter . Trimakasih ya dokter. Kiranya dokter mau menerima konsultasi saya .

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter KlikDokter.

Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi, dalam istilah awam dikenal dengan sembelit. Konstipasi/sembelit adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi.

Penyebab konstipasi sangat banyak, yaitu:

1. Hambatan pada kolon/usus besar atau rektum, yang disebabkan oleh fisura ani (lecet/luka pada anus), obstruksi usus, kanker usus besar, striktur usus (penyempitan rongga usus besar), kanker rektum, dan rektokel (kantong rektum membonjol ke arah dinding belakang vagina)

2. Gangguan pada saraf-saraf di sekitar kolon dan rektum, yang terjadi pada neuropati otonom, sklerosis multipel, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, dan stroke

3. Gangguan pada otot-otot yang terlibat dalam proses BAB, seperti ketidakmampuan untuk merelaksasi otot-otot panggul yang diperlukan untuk mengeluarkan tinja (anismus), otot panggul melemah atau tidak berkontraksi secara benar

4. Kondisi-kondisi yang mempengaruhi hormon tubuh, seperti diabetes, hiperparatiroidisme, kehamilan, dan hipotiroidisme.

Selain kondisi-kondisi di atas, hal-hal berikut juga meningkatkan risiko Anda mengalami konstipasi, yaitu:

  • Usia dewasa
  • Seorang wanita
  • Kurang minum/dehidrasi
  • Diet rendah serat
  • Kurang berolahraga
  • Menggunakan obat-obatan tertentu seperti sedatif, narkotik, antidepresan, atau obat-obat penurun tekanan darah
  • Mengalami gangguan jiwa seperti depresi atau kelainan pola makan

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal, yaitu:

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah obat yang mengandung Bisacodyl atau Lactulosa.

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab konstipasinya. 
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar