Sukses

Jerawat Tertular dari Sabun Batangan

22 May 2017, 11:19 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat Pagi Dok..... Maaf saya mau bertanya.Dulu saya tidak mempunyai jerawat dan kulit saya cenderung kering.Tapi akhir-akhir ini,timbul jerawat di muka dan punggung saya.Saya memakai sabun mandi dan handuk yang sama dengan suami.Suami saya memiliki jerawat yang sangat banyak karena faktor keturunan.Yang ingin saya tanyakan adalah,bisakah jerawat menular hanya karena pemakaian sabun dan handuk yang sama.Dan sabun mandi yang kami gunakan adalah jenis sabun batangan. Terima kasih banyak Dokter.

Terimakasih telah bertanya seputar jerawat melalui fitur Tanya Dokter.

Jerawat dapat muncul karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi minyak kulit secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengguanan alat mandi bersama yang menyentuh wajah, misalnya sabun batang tersebut memang dapat meningkatkan risiko infeksi termasuk timbulnya jerawat.

Obat-obat untuk jerawat ditujukan untuk mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid/asam retinoat, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Untuk pengobatan awal, biasanya digunakan krim asam retinoat dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Pada awal penggunaan, jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya.

Selain dengan obat-obatan, jerawat juga dapat dikendalikan melalui pola makan yang baik, kebiasaan membersihkan wajah dan pengelolaan stres yang baik.

Berikut adalah tips-tips untuk mengurangi dan mencegah jerawat:

  1. Kurangi stres dengan menambah jam tidur.
  2. Batasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, terlalu berminyak, dan pedas.
  3. Ambil waktu rutin untuk berolahraga.
  4. Minum air putih 8-10 gelas/hari.
  5. Gunakan sunscreen, jika Anda mudah berjerawat, cari yang mengandung bahan kimia seperti avobenzone, oxybenzone, methoxycinnamate octocylene, dan zinc oxide. Pastikan terdapat label noncomedogenic.
  6. Tingkatkan konsumsi asam lemak Omega-3, yang bisa didapat dari suplemen atau makanan seperti alpukat, salmon, dan tuna.
  7. Cuci muka, punggung, leher atau dada dengan sabun khusus jerawat atau sabun bayi 2-3x sehari terutama setelah beraktivitas/berkeringat dan setiap habis bepergian dari luar rumah. Usahakan menggunakan sabun yang konsistensinya cair atau sabun batang yang hanya digunakan diri sendiri
  8. Bersihkan kulit Anda 3-4x/minggu dengan scrub khusus wajah, untuk mengangkat sisa-sisa kulit kering agar tidak menutup pori-pori.
  9. Bersihkan ponsel Anda secara rutin dari kuman.

Untuk mengatasi bekas jerawat, cara yang dipilih tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman). Krim ini hanya dioleskan tepat pada daerah bekas jerawat. Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Cara lain dengan prosedur chemical peeling.

Kedua prosedur tersebut (krim malam yang mengandung asam retinoat dan chemical peeling) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul.

Namun, sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, sebaiknya Anda kembali berkonsultasi dengan dokter kulit untuk dilihat terlebih dahulu kedalaman bekas jerawat, jenis kulit, dan adakah reaksi alergi. Setelah itu, baru ditentukan metode yang terbaik untuk Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar jerawat. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar