Sukses

Sulit BAB pada Bayi, Apakah Berbahaya?

21 May 2017, 17:29 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok, sya mau nanya. Umur bayi saya 3 bln, tapi sudah 2 bulan kebelakangan ini BAB nya seminggu sekali. Dari lahir saya udah kasih asi & sufor. Tapi baru ini saya merasa khawatir, apakah pencernaan bayi saya baik2 saja. Padahal pemberian perharinya bisa 4-5 kali 120ml. Tlg jawab sejelas-jelasnya ya dok. Tks

dr. Rio Aditya

Dijawab Oleh:

dr. Rio Aditya

Terima kasih telah bertanya seputar sulit BAB pada bayi melalui fitur Tanya Dokter.

Apakah anda baru mengganti merek sufor untuk anak anda? Apakah perut terlihat kembung dan anak menjadi gelisah atau lemas ? Untuk mengetahui secara lengkap, sebaiknya ada berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar diperiksa secara langsung. Beberapa penyebabnya bisa saja karena perubahan diet (pergantian sufor, makanan baru,dll) namun ada juga yang disebabkan karena suatu penyakit. Ada beberapa tips yang mungkin anda bisa terapkan kepada anak anda :

Cukup minum air
Jika bayi masih berusia kurang dari 6 bulan, asupan ASI atau susu formula harus cukup. Jika sudah lebih dari 6 bulan, pastikan bayi mendapat asupan cairan sesuai kebutuhannya. Orangtua harus memberikan minum dalam jumlah cukup, walaupun bayi belum merasa haus.

Perbanyak konsumsi serat
Serat banyak terdapat pada buah, sayur, biji-bijian, dan jenis makanan lainnya. Selain itu, jika bayi hanya makan sumber protein dan lemak saja, BAB akan menjadi keras. Bayi juga memerlukan karbohidrat—seperti nasi, gandum, kentang, roti, jagung, sagu atau sumber karbohidrat lain—dalam jumlah yang sesuai kebutuhan bayi. Mengonsumsi yoghurt atau produk yang mengandung bakteri baik juga dapat membantu melunakkan BAB.

Melakukan Teknik Pijat
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit pada bayi adalah dengan melakukan pijatan lembut di bagian perut bayi. Pijatan dimulai dari perut bagian kanan atas bayi menuju ke perut bagian kiri atas bayi, kemudian turun ke perut bagian kiri bawah bayi. Arah pijatan ini sesuai dengan arah perjalanan BAB dalam usus, sehingga dapat merangsang gerakan usus untuk melancarkan BAB.

Jika dengan cara-cara di atas konstipasi pada bayi Anda belum teratasi, segera periksakan ke dokter spesialis anak. Dokter akan memberikan obat untuk melancarkan BAB bayi. Ada obat yang dapat diminum dan ada juga jenis obat yang dimasukkan melalui dubur. Jika BAB bayi sudah menumpuk dalam usus, dokter akan melakukan penanganan berupa evakuasi BAB. Kerja sama yang baik antara dokter dan Anda juga akan membantu mengatasi masalah ini.


Demikian informasi yang dapat disampaikan seputar sulit BAB pada bayi, Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar