Sukses

Maag Selama Kehamilan

21 May 2017, 12:19 WIB
Wanita, 27 tahun.

Assalamualaikum dokter , Dulu sy nikah umur 23 thn , karena sy tdk Tau apa2 Dulu waktu sya Hamil sya minum obat seperti obat mahg dan obat yg sya beli d apotik karena sya tidak tahu klw Hamil . Karena sebelum nikah sya seeing sakit perut(mahg) Dan datang bulan pun tidak teratur , Jadi ketika sya mengalami kejadian itu setelah nikah sya pun tidak khawatir sy tetap minum obat mahg Dan obat pelancar dtang bulan . Setelah 4 bulan sya cek ternyata sya Hamil , Dan alhmdlh Anak terlahir tdk kurang suatu apapun . Tp kadang sya takut terjadi apa2 , apakah Anak sya tdk terjadi apa2 dok ? Untuk saat ini Anak sya syang sht Dan aktif . Tolong d jawab dok karena sya merasa bersalah

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Apakah yang Anda khawatirkan obat maag berpengaruh pada anak Anda? Bagaimana keadaan anak Anda sekarang? Apakah ada gangguan perkembangan? Walaupun ada efek yang ditakutkan dari penggunaan obat selama kehamilan, namun belum tentu hal tersebut terjadi pada anak Anda.

Perut perih, mual, rasa tidak nyaman, kembung, mual hingga muntah adalah kumpulan gejala yang termasuk dalam sindrom dispepsia. Dispepsia dalam kehamilan disebabkan karena adanya refluks /aliran balik dari cairan asam yang berasal dari lambung menuju esofagus. Lapisan pada esofagus biasanya dapat mengatasi cairan asam tersebut dalam jumlah wajar, namun jika terlalu banyak dapat menimbulkan peradangan pada lapisan tersebut sehingga pada akhirnya timbulah gejala-gejala dispepsia.

Adanya tautan yang terdapat diantara lambung dan esofagus (sphincter esofagus) dapat mencegah kejadian refluks asam lambung. Namun pada kehamilan, karena adanya peningkatan kadar hormon tertentu dapat menyebabkam sphincter tersebut menjadi lebih longgar sehingga dan kejadian refluks asam lambung menjadi sulit dicegah. Selain itu, ukuran bayi yang besar dapat meningkatkan tekanan dalam perut. Salah satu atau kedua fakta tersebut dapat memicu timbulnya sindrom dispepsia.

Sebelum mengatasinya dengan obat-obatan, perhatikanlah gaya hidup Anda.

Hindari makanan yang pedas dan merangsang;seperti cokelat, minuman alkohol, minuman panas, kopi.
Makanlah dalam porsi kecil namun sering
Berhenti merokok jika Anda seorang perokok
Perbaiki posisi duduk, jika Anda cenderung membungkuk, hal tersebut dapat memicu terjadinya refluks asam lambung
Jika Anda sering merasakan gejala saat tidur malam hari, sebaiknya Anda berhenti makan dan minum paling tidak 3 jam sebelum tidur.
Stop obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan yang mungkin menyebabkan timbul gejala.
Jika perubahan gaya hidup tidak membantu, maka pertimbangkanlah obat yang dapat meredakan gejala. Golongan obat Antasid yang dijual sebagai obat maag di pasaran terbukti aman untuk digunakan oleh wanita hamil. Konsumsi Antasid bekerja berlawanan dengan suplemen tablet besi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan. Konsumsi Antasid paling tidak dua jam sebelum atau sesudah konsumsi tablet besi.

Sedangkan jika gejala menetap, dokter dapat meresepkan golongan obat Ranitidine yang juga aman dikonsumsi ibu hamil.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar