Sukses

Anak Belum Bisa Merangkak

20 May 2017, 08:04 WIB
Wanita, 42 tahun.

Asslmkm. Dok sy mau tnx, bayi sy skrg sdh berusia 8 bulan 2 Minggu, tp bayi sy blm bsa merangkak apalagi duduk sendiri, apa penyebab bayi sy spt itu dok? Mksh

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima Kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Pada usia 8 bulan, anak seharusnya sudah dapat melakukan berbagai hal berikut:

  1. Duduk (sikap tripod-sendiri)
  2. Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
  3. Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
  4. Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
  5. Memungut 2 benda, masing-masing tangan memegang 1 benda bersamaan.
  6. Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
  7. Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatata
  8. Mencari mainan / benda yang dijatuhkan
  9. Bermain tepuk tangan / cilukba
  10. Bergembira dengan melempar benda
  11. Makan kue sendiri.

Anda mengatakan bahwa saat ini anak anda belum bisa merangkak. Anda dapat mengejar perkembangan gerak kasar anak anda dengan melakukan berbagai metoda stimulasi perkembangan anak. Stimulasi gerak kasar yang diberikan pada usia 8 bulan adalah:

1. Merangkak

Letakkan sebuah mainan di luar jangkauan bayi, usahakan agar ia mau merangkak ke arah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya.

2. Menarik ke posisi berdiri

Dudukkan bayi di tempat tidur, kemudian tarik bayi ke posisi berdiri. Selanjutnya, lakukan hal tersebut di atas meja, kursi atau tempat lainnya.

3. Berjalan berpegangan

Ketika bayi telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukainya di depan bayi dan jangan terlalu jauh. Buat agar bayi mau berjalan berpegangan pads ranjangnya atau perabot rumah tangga untuk mencapai mainan tersebut.

4. Berjalan dengan bantuan

Pegang kedua tangan bayi dan bust agar ia mau melangkah.

Mulailah menerapkan berbagai stimulasi di atas untuk merangsang gerak kasar anak anda. Dalam prosesnya anda dapat dibantu oleh suami, ibu, pengasuh dan semua orang lain yang sering berinteraksi dengan anak anda. Selain itu anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spealis anak jika memang anak anda belum dapat mengejar keterlambatan perkembangannya tersebut.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, RF

0 Komentar

Belum ada komentar