Sukses

BAK Nyeri dan Berdarah

18 May 2017, 11:10 WIB
Wanita, 38 tahun.

Dok , 2 hari yg lalu perut bawah says sakit sekali Dan sampai ketulang punggung dan pinggang, lalu saya pergi ke dokter katanya saya terkena gejala karang. Lalu saya diberi obat. Perlu saya britahukan sebelum berobat tidak ada rasa sakit ketika buang Air Kecil. Dan warna Air kemih agak kuning . Tidak ada mual. Namun setelah saya mengkonsumsi obat warna Air kemih makin kuning. Dan pernah ketika pagi hari warnanya agak merah. Lalu siangnya kmbali normal. Apa sebenarnya yg saya alami dok. Apakah saya terkena batu ginjal? Dan skrg saya merasa mual. Saya mmg mengifap asam lambung Menahun. Mohon penjelasannya Dan pengobatannya. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang Infeksi Saluran Kemih menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kehawatiran Anda. Pertama izinkan kami menjelaskan tentang proses berkemih. Berkemih merupakan proses yang kompleks. Kandung kemih dewasa umumnya dapat menampung air kemih hingga 500-620 cc. Perasaan ingin berkemih timbul saat air kemih mencapai 300-400 cc (sekitar 75% kapasitas total). Saat perhatian anda teralih, keinginan berkemih tersebut dapat berangsur hilang dan akan timbul kembali seiring penambahan air kemih, begitupun yang terjadi saat tidur dimana perhatian anda berada pada alam bawah sadar anda.

Namun perlu diperhatikan bahwa berkemih merupakan salah satu upaya tubuh untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh. Menahan air kemih sama saja dengan menahan zat-zat sisa metabolisme tersebut. Sisa air kemih pada kandung kemih juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman sehingga dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Keluhan yang umum dirasakan adalah nyeri dan terasa panas saat buang air kecil (BAK), gangguan BAK lain (tidak lampias, terputus-putus, dsb) hingga nyeri perut bawah. Dan bila tidak ditangani secara optimal, infeksi saluran kemih dapat berkembang menjadi batu.

Terlebih jika Anda sempat mengeluh adanya nyeri pinggang, nyeri kencing dan berdarah, perlu dicurigai adanya infeksi atau sumbatan di sepanjang saluran kencing. Batu pada saluran kencing bisa terjadi pada sepanjang saluran kencing yaitu mulai dari organ ginjal sampai saluran kencing paling bawah.

Menjawab pertanyaan Anda, ada kemungkinan juga anda terkena kencing batu/batu ginjal. Namun hal ini perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti urin rutin dan USG.

Batu ginjal merupakan massa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urin. Terapi yang diberikan bagi penderita batu ginjal perlu disesuaikan dengan ukuran batu yang terbentuk.

Gejala kencing batu sebagai berikut:

Nyeri pada pinggang, perut bagian bawah, maupun selangkangan.

Demam, apabila terjadi infeksi saluran kemih
Keluarnya kristal atau pasir-pasir halus pada urin (biasa dikenal dengan Kencing Batu)
Anyang-anyangan

Penanganan untuk kasus batu ginjal yang berukuran 4 mm atau kurang, pada sekitar 90% kasus batu dapat keluar dengan sendirinya melalui urin. Pasien perlu meningkatkan asupan minumnya, menjadi 2-3 liter/hari, untuk mempercepat proses pengeluaran batu tersebut. Observasi proses pengeluaran batu melalui urin dapat dilakukan selama 30 hari, untuk melihat apakah batu dapat keluar dengan sendirinya sebelum diputuskan untuk dilakukan intervensi bedah.

Terkadang beberapa obat-obatan dapat diresepkan oleh dokter untuk mempercepat pengeluaran batu ginjal yang berukuran kecil, seperti obat-obatan golongan calcium channel blocker atau golongan alpha blockers. Di samping itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit akibat sumbatan batu ginjal, antara lain dengan memberikan suntikan NSAID atau obat golongan opioid intravena di rumah sakit. Pemberian obat penghilang rasa sakit melalui mulut (oral) hanya efektif untuk menghilangkan rasa sakit yang tidak terlalu berat.

Namun, untuk batu yang berukuran lebih dari 6 mm perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Tindakan-tindakan pengeluaran batu dapat dilakukan tanpa pembedahan, yaitu dengan ESWL (menggunakan getaran gelombang untuk memecahkan batu ginjal dalam tubuh), atau dengan tindakan pembedahan. Tindakan ESWL merupakan tindakan yang tergolong aman karena bukan merupakan tindakan yang melibatkan pembedahan, dilakukan dari luar tubuh.

Kurangnya asupan cairan dan kurang aktivitas juga merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya batu (tanpa melihat jenisnya), sehingga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan hingga 2-3 liter/hari dan melakukan aktivitas fisik rutin dan teratur. Namun bukan berarti jika Anda banyak minum air dapat secara pasti mencegah batu ginjal, karena pembentukan batu ginjal berdasarkan banyak faktor, yang salah satunya adalah pola makan.

Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada diri Anda.

Demikian penjelasan kami. Semoga dapat menjawab pertanyaan anda.

0 Komentar

Belum ada komentar