Sukses

Lab Untuk Screening dan Diagnosis Sifilis

18 May 2017, 00:37 WIB
Wanita, 35 tahun.

Selamat sore.saya ingin menanyakan bagaimana cara mendeteksi (mgkn tes lab yg harus dijalani) bahwa penyakit sipilis yg pernah diderita itu sudah sembuh? FYI 3 tahun yg lalu pernah positif terkena n sdh mendapat pengobatan.sempat setahun kemudian kambuh lagi n sdh mendapat pengobatan lagi n smp dgn sekarang tdk pernah menunjukkan keluhan/gejala sipilis kambuh lagi.secara sekilas spertinya sdh sembuh tp saya ingin mengetahui kepastian sembuh tsb secara medis agar lbh meyakinkan. Oh ya dok 1 pertanyaan lagi,jika seseorang yg menggunakan KB IUD positif terkena sipilis,apakah ybs harus mengganti IUD ny dgn yg baru? Terima kasih

Terima kasih telah bertanya tentang Sifilis menggunakan fitur Tanya Dokter

Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, melalui transfusi darah, dan sangat jarang sekali melalui luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis.

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan latent. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita.

Gejala yang muncul adalah luka pada kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Luka yang muncul biasanya satu luka dapat besar atau kecil. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas.

Bentuk sifilis ini dapat menyebar ke otak dan menyebabkan kematian. Bentuk latent dapat timbul setelah 25 tahun terinfeksi, gejala yang dapat muncul dapat berentuk sifilis jenis primer ataupun sekunder yang dapat menginfeksi otak dan menyebabkan kematian.

Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):

  • Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)
  • Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption test) dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)

VDRL dan TPHA adalah suatu pemeriksaan untuk mengetahui infeksi Treponema pallidum, yang merupakan penyebab dari penyakit sifilis. Akan tetapi, hasil yang positif belum tentu berarti mengalami sifilis, karena terdapat kemungkinan terjadinya hasil positif palsu atau benar-benar positif dengan titer rendah. Hasil yang positif palsu dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik akut maupun kronik.

Akut : dapat disebabkan infeksi virus, bakteri, imunisasi, parasit malaria
Kronik : dapat disebabkan oleh SLE, penyakit kardiovaskular, gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita.

Apabila keadaan VDRL positif dan TPHA negatif, kami sarankan Anda melakukan pemeriksaan kembali 10 minggu kemudian, jika hasil masih tetap maka dianjurkan dengan pemeriksaan yang lebih spesifik yaitu FTA-ABS, FTA-ABS (Fluoresence Treponemal Antibody-Absorption) adalah tes treponema untuk mendeteksi sifilis, apabila hasil FTA-ABS negatif, maka kita dapat menyingkirkan positif palsu. Apabila FTA-ABS positif, maka hasilnya perlu ditegakkan dengan hasil pemeriksaan fisik sebelumnya.

Pemeriksaan ini dapat memberikan hasil negatif palsu (penyakitnya ada tetapi hasil test negatif) maupun positif palsu (penyakitnya tidak ada tetapi hasil test positif).

Hasil negatif palsu, antara lain disebabkan:

  • Fase awal penyakit
  • Jumlah antibodi yang terlalu sedikit
  • Jumlah antibodi yang terlalu banyak

Hasil positif palsu, antara lain disebabkan:

  • Infeksi/penyakit autoimun
  • Kehamilan
  • Imunisasi
  • Perubahan karena bertambahnya usia

Pengobatan sifilis adalah dengan pemberian antibotik. Namun diagnosa suatu penyakit dan pemberian terapi harus berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). Oleh karena itu untuk lebih lengkapnya Anda dapat mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar