Sukses

Mengenai Sindrom Dispepsia

16 May 2017, 12:54 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok saya kena asam lambung... Tp saya tdk perna muntah.mual.perih perut.ulu hati tdk sakit.dada dan tengorokan tidak panas.makan saya pun enak dok.... Klu kambu,seering nya sesak nafas dok... Apa asam lambung saya blm para atau uda parah dok... Apa ada penyakit lain dok...

Terima kasih telah bertanya tentang sindrom dispepsia melalui fitur Tanya Dokter. 

Ijinkan kami menjelaskan sedikit tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia. Sindrome dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Selain itu, dispepsia juga dapat disertai rasa pusing, keringat dingin, dsb. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit tukak lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dispepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

Awalnya, Anda dapat mengonsumsi obat penetral asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala. Selain dengan pemberian obat penetral asam lambung secara teratur, kami sarankan sebaiknya Anda menjaga pola makannya dengan makan lebih sering dalam porsi kecil dan teratur, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, kopi, soda, dan makanan yang dapat merangsang pengeluaran gas seperti kol dan menghindari obat-obatan yang menimbulkan luka pada lambung seperti aspirin. Selain itu, stres psikis juga harus dihindari karena dapat memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Jika setelah menjalankan terapi di atas namun tetap tidak ada perbaikan pada keluhan-keluhan anda, Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Keluhan sesak nafas yang anda alami bisa jadi bagian dari penyakit ini atau merupakan bagian lain dari penyakit seperti paru atau jantung. Namun untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semog bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar