Sukses

Mengatasi Konstipasi Tidak BAB 1 Minggu

15 May 2017, 20:53 WIB
Pria, 18 tahun.

Permisi Dok..... apa yang terjadi jika saya tidak BAB selama 7 hari?

Terima kasih telah bertanya mengenai tidak BAB seminggu melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi, dalam istilah awam dikenal dengan sembelit. Konstipasi/sembelit adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi.

Bila konstipasi yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, kondisi ini disebut dengan konstipasi kronis. Gejala lain dari konstipasi kronis adalah:

BAB kurang dari 3 kali seminggu
BAB keras atau bergumpal-gumpal
Harus mengedan ketika BAB
Terasa seperti ada sumbatan pada rektum yang menghambat pengeluaran tinja
Terasa seperti tidak bisa mengeluarkan tinja secara tuntas
Memerlukan bantuan untuk mengosongkan rektum, seperti menggunakan tangan untuk menekan perut atau jari-jari untuk mengeluarkan tinja dari rektum

Bila Anda mengalami 2 atau lebih dari gejala-gejala di atas selama 3 bulan terakhir, artinya Anda mengalami konstipasi kronis.

Penyebab konstipasi sangat banyak, yaitu:

Hambatan pada kolon/usus besar atau rektum, yang disebabkan oleh fisura ani (lecet/luka pada anus), obstruksi usus, kanker usus besar, striktur usus (penyempitan rongga usus besar), kanker rektum, dan rektokel (kantong rektum membonjol ke arah dinding belakang vagina)
Gangguan pada saraf-saraf di sekitar kolon dan rektum, yang terjadi pada neuropati otonom, sklerosis multipel, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, dan stroke
Gangguan pada otot-otot yang terlibat dalam proses BAB, seperti ketidakmampuan untuk merelaksasi otot-otot panggul yang diperlukan untuk mengeluarkan tinja (anismus), otot panggul melemah atau tidak berkontraksi secara benar
Kondisi-kondisi yang mempengaruhi hormon tubuh, seperti diabetes, hiperparatiroidisme, kehamilan, dan hipotiroidisme.

Selain kondisi-kondisi di atas, hal-hal berikut juga meningkatkan risiko Anda mengalami konstipasi, yaitu:

Usia dewasa
Seorang wanita
Kurang minum/dehidrasi
Diet rendah serat
Kurang berolahraga
Menggunakan obat-obatan tertentu seperti sedatif, narkotik, antidepresan, atau obat-obat penurun tekanan darah
Mengalami gangguan jiwa seperti depresi atau kelainan pola makan

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal, yaitu:

Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.
Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
Jangan menunda dilakukannya BAB.
Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah obat yang mengandung Bisacodyl atau Lactulosa.

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab konstipasinya. Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai tidak BAB seminggu . Semoga bermanfaat.

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar