Sukses

Anak Muntah Saat Minum Susu

15 May 2017, 17:51 WIB
Pria, 30 tahun.

selamat siang dok .. saya mau tanya anak saya usia 1 tahun 4 bulan kalau mau minum susu formula koq mual(mau hok) ya dok? kenapa ya? padahal kalau minum ASI tidak seperti itu. kemudian dia juga kadang2 jarang pipis itu penyebabnya apa ya dok?terima kasih sebelumnya.

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter mengenai muntah pada anak. 

Sebelumnya Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah anak Anda muntah atau hanya gumoh. Gumoh adalah hal yang biasa terjadi pada bayi dan ini bukanlah muntah yang sebenarnya. Hal ini tidak perlu dicemaskan jika bayi tetap tampak sehat. Pada gumoh, biasanya bayi hanya mengeluarkan/memuntahkan kembali sedikit susu yang dikonsumsinya.

Untuk itu Anda perlu membantu bayi untuk bisa bersendawa dengan benar untuk mengurangi gumoh.

Cara Menyendawakan Bayi

Bayi digendong, menghadap ke belakang dengan dada bayi diletakkan pada bahu Ibu.
Kepala bayi disangga/ditopang dengan tangan Ibu.
Usap punggung bayi perlahan-lahan sampai bayi sendawa.
Sementara muntah adalah merupakan suatu proses yang kompleks, dimana makanan dikeluarkan secara paksa dari dalam lambung. Muntah pada bayi yang beru lahir sering disebabkan oleh :

Penyakit metabolisme bawaan
Alergi makanan, sering akibat alergi susu sapi terutama pada bayi yang tidak dapat ASI.
Kelainan anatomi saluran cerna, seperti stenosis pylorus dapat terjadi pada usia 2-8 minggu. Stenosis pylorus merupakan suatu penebalan otot yang menyempitkan mulut lambung, sehingga bisa menyebabkan bayi anda muntah kuat secara berulang.
Ada baiknay Anda mengganti susu formula anak Anda dengan susu formula hidrolisat (PHP), yaitu khusus untuk anak yang memiliki riwayat alergi protein susu sapi. Kita observasi apakah anak tetap muntah atau diare.

Jika keluhan muntah menganggu proses makan anak Anda, mungkin sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis anak agar penyebab sebenarnya dari muntah anak Anda dapat diketahui dan ditatalaksana dengan tepat sebelum bayi Anda mengalami gangguan pertumbuhan lebih lanjut.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

 

0 Komentar

Belum ada komentar