Sukses

Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa?

15 May 2017, 06:37 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, saya mau tanya. Saya sedang hamil 10 minggu, kira kira boleh puasa atau tidak ya?

Terimakasih telah bertanya seputar puasa dalam kehamilan melalui fitur Tanya Dokter.

Ibadah puasa dapat dijalankan oleh ibu hamil yang telah memasuki trimester kedua (14-28 minggu) karena tubuhnya sudah beradaptasi dengan perubahan yang ada sehingga keluhan yang dirasakan pun sudah tidak terlalu mengganggu. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Berat badan ibu harus tetap naik sekitar 0,5 kg setiap minggunya. Ibu harus menghentikan puasa apabila berat badan Ibu terus mengalami penurunan.
  2. Ibu tidak boleh merasa lemas sekali, di mana kadar gula darah kemungkinan menjadi sangat rendah. Pada keadaan ini ibu harus segera menghentikan puasanya.
  3. Gerakan janin harus tetap sering dan tidak mengalami perubahan. Apabila terdapat penurunan gerak janin atau dirasa tidak seaktif biasanya meski sudah dirangsang (berbaring miring dan mengelus perut), maka disarankan untuk segera berbuka dan konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
  4. Asupan makanan yang cukup saat sahur dan berbuka, bila perlu ditambahkan saat tengah malam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin dan ibu.
  5. Suplemen dapat diberikan apabila diperlukan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Adapun beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:

  • Saat sahur, pilihlah makanan yang lama dicerna seperti karbohidrat kompleks dan sayuran agar tidak terlalu lapar. Hindari makanan kaleng, yang mengandunga pengawet, tinggi kadar garam, dan tinggi kadar gula.
  • Saat sahur dan berbuka, hindarilah konsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi karena cepat dicerna tubuh sehingga menyebabkan cepatnya timbul rasa lapar.
  • Berpuasa akan melambatkan jalannya sistem pencernaan sehingga dianjurkan untuk berbuka secara perlahan. Minumlah minuman yang manis atau jus buah terlebih dahulu, diikuti dengan makanan ringan. Adapun komposisi makanan yang dikonsumsi harus tetap seimbang baik kandungan karbohidrat, protein, vitamin, lemak, vitamin, dan mineralnya untuk pertumbuhan janin. Lengkapilah asupan makanan dengan susu dan buah.
  • Hindari konsumsi minuman berkafein (teh, kopi, kola, cokelat) terlalu banyak karena sifatnya yang menarik cairan (diuretik) sehingga menyebabkan peningkatan frekuensi berkemin saat puasa yang dapat menyebabkan kondisi kekurangan cairan (dehidrasi). Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan sakit kepala akibat efek adiksi yang ditimbulkan.
  • Hindari berkeringat terlalu banyak yang juga dapat berujung pada dehidrasi.
  • Tingkatkan asupan cairan ibu sejak berbuka hingga sahur, baik air mineral maupun jus untuk menjaga kadar cairan tubuh (1,5-2 liter/hari).
  • Hindari aktivitas fisis berlebihan di siang hari dan perbanyak istirahat.

Ibadah puasa selama kehamilan dapat dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Konsultasi ini penting untuk dilakukan karena keputusan boleh/tidaknya ibu berpuasa bergantung pada hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan oleh dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar puasa dalam kehamilan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar