Sukses

Nyeri Perut Saat Hamil

15 May 2017, 05:08 WIB
Wanita, 21 tahun.

Assalamualaikum dok. Dok saya sedang hamil 5 bulan dan akhir2 ini sering merasakan keluhan nyeri pada perut bawah dan kemaluan saya rada ngilu dok. Saya sudah usg dan konsul bbj normal hanya sja ketuban kurang dok. Saya sering keluhkan masalah ini kpd bidan dan dokter, dan jawabannya katanya ini wajar dok. Hanya saja saya sangat khawatir dgn kehamilan saya dok, karna tahun lalu sya sempat melahirkan prematur usia kehamilan 34 minggu dan meninggal. Apakah sakit pada perut bawah dan ngilu pada kemaluan yg saya rasakan ini bahaya atau tidak dok? Karna saat berjalan terkadang sakit dan berat. Mohon bantuannya dok. Terima kasih dok.

Terima kasih telah bertanya tentang nyeri perut saat hamil melalui fitur Tanya Dokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri perut bagian bawah pada kehamilan merupakan suatu kondisi yang perlu perhatian lebih. Sebagian besar kasus adalah normal, namun tak dipungkiri ada beberapa penyebab kram perut yang membahayakan.

Penyebab kram dan nyeri perut saat hamil antara lain:

  • Kehamilan ektopik
    Hal ini terjadi ketika kehamilan terjadi di luar rahim atau kandungan. Gejala yang dapat muncul adalah nyeri hebat pada salah satu sisi perut bagian bawah yang disertai dengan flek-flek. Kehamilan ektopik dapat membahayakan ibu dan janin sehingga kehamilan harus diakhiri dengan cara menggugurkannya.
  • Keguguran
    Nyeri atau kram perut hebat jauh lebih nyeri dari nyeri saat haid yang disertai oleh flek-flek maupun perdarahan atau bahkan bergumpal-gumpal merupakan tanda keguguran.
  • Proses Implantasi
    Saat janin menempelkan dirinya ke dalam rahim, Anda dapat merasa nyeri. biasanya nyeri dirasakan hingga usia 6 minggu.
  • Gangguan pencernaan
    Meningkatnya kadar progesteron dan estrogen dalam darah menyebabkan pergerakan usus menjadi lambat sehingga perut dapat terasa penuh dan kembung.

Bila Anda merasa cemas dan merasakan gejala lain selain yang kami sebutkan, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara detail dan diketahui penyebab berikut solusinya. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

 

0 Komentar

Belum ada komentar