Sukses

Sakit Kepala seperti Tertindih

15 May 2017, 01:38 WIB
Pria, 21 tahun.

Assalamu'alaikum, Selamat sore dok, nama saya Tegar saya sudah bekerja. saya mau bertanya, sudah mengalami sakit kepala seperti tertekan dengan intensitas sama (tidak memuncak), sakitnya setiap siang sampai sore hari, sakitnya tepat diatas tengah dan kiri, leher tengkuk kaku, sesak nafas (karena saya memang obesitas). dan saya pernah opname dan ternyata saya terkena hipertensi yaitu 170 dan kolesterol diatas rata, saya dianjurkan untuk diet rendah gula garam dan selama tiga bulan berat saya turun 10 kilogram setiap kali saya santai dan terhibur dengan sesuatu rasa sakitnya mereda namun jika direnung sakitnya malah terasa. ... Saya tidak mual, saya melihat lingkungan ya biasa saja, tubuh agak lemah namun jika dibuat kerja lama tidak apa-apa bahkan untuk olahraga, setelah saya periksa ternyata saya kena gejala gangguan denyut jantung kadang denyut lemah kadang cepat, maaf kalau panjang. . Lalu apa sebab dari sakit kepala saya yang seperti tertindih (intensitasnya selalu tetap/tidak memuncak) ini dok? jantung, hipertensi, atau yang lain dok terima kasih. Wassalam.

Terima kasih telah bertanya tentang sakit kepala melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Terdapat beberapa penyebab sakit kepala dan perlu diketahui bahwa sakit kepala umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll.

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH). Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian
Gangguan tidur
Posisi tubuh yang salah saat bekerja
Waktu makan yang tidak teratur
Kelelahan mata
Penghentian konsumsi kafein
Jika tidak ada gejala lain seperti kelemahan sisi tubuh, kesemutan, kejang, gangguan penglihatan, intensitas nyeri yang semakin bertambah berat, demam, penurunan berat badan, mual/muntah, Anda tidak perlu khawatir, kemungkinan Anda hanya mengalami TTH.

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika Anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH.

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai adakah keterkaitan dengan riwayat Anda yang sering mengkonsumsi obat dalam jumlah banyak dan adakah gangguan pada ginjal Anda perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai sakit kepala. Semoga bermanfaat. 

Salam.

0 Komentar

Belum ada komentar