Sukses

Kejang Absans

15 May 2017, 00:02 WIB
Wanita, 18 tahun.

Permisi dok, saya mau nanya. Saya punya adik, dia punya keanehan stelah step diumur 6/7tahun waktu itu.Setelah kejadian itu,adik saya bisa melamun mendadak atau hilang fokus mendadak disela aktifitasnya,ciri ketika dia melamun dadakkan/hilang fokus itu matanya kosong dan terkadang seperti ada yg dia kunyah dalam mulutnya. Keanehan ini berlangsung biasanya beberapa detik aja, setelah itu dia sadar. Tapi dia tidak tau apa yg orang bicarakan/lakukan ketika hilang fokus/melamun dadakkan hal itu terjadi. Kira-kira itu kenapa ya dok? Apa dampak dari hal tersebut? Bisakah hilang hal tersebut selama masa pertumbuhannya? Mohon dijawab dok. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang kejang absans melalui fitur Tanya Dokter. 

Berdasarkan cerita Anda, kemungkinan adik Anda mengalami apa yang disebut dengan kejang tipe absence atau absans atau petit mal.

Kejang absence sendiri berlangsung singkat (biasanya berlangsung kurang dari 20 detik). Ketika seseorang mengalami kejang absence, maka orang tersebut sering tidak menyadari episode kejang yang baru saja ia alami.

Episode kejang ini seringkali bermula pertama kali pada usia 4-12 tahun. Episode kejang absence sendiri seringkali disalahartikan sebagai ketidakmampuan untuk memfokuskan perhatian dan dapat terjadi 50-100x/hari. Sehingga seringkali sulit untuk mendiagnosis kejang absence tersebut.

Terdapat 2 jenis komponen esensial:

· Klinis: gangguan kesadaran (absence)

· Elektroensefalografi (EEG) menunjukkan gambaran gelombang spike and slow

Manifestasi klinis kejang absence sendiri bervariasi tergantung individu masing-masing. Gejala dapat berupa gangguan atau kehilangan kesadaran, gangguan atau interupsi aktivitas yang sedang berjalan, pandangan kosong atau nystagmus (rotasi bola mata). Jika pasien sedang berbicara, maka seringkali pembicaraan menjadi melambat atau terganggi. Jika sedang makan, makanan akan berhenti dikunyah. Pasien sendiri seringkali menjadi tidak responsif. Serangan kejang ini dapat berlangsung bervariasi antara beberapa detik hingga satu menit.

Kejang sendiri dapat berlangsung beberapa kali sehari atau di beberapa kasus berlangsung hingga ratusan kali sehari. 

Kejang absence yang tipikal seringkali dapat dipicu oleh keadaan hiperventilasi pada 90% pasien. Ini merupakan salah satu tes yang digunakan, selain EEG untuk mendiagnosis kejang absence: pasien yang diduga memiliki kejang absence diminta untuk menahan nafas selama 3 menit, sambil menghitung nafasnya. Biasanya pasien akan langsung mengalami episode kejang dan myoclonia kelopak mata (mata berkedut) merupakan gejala klinis yang paling sering dialami.

Untuk itu kami menganjurkan agar Anda memeriksakan diri lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf untuk kemudian dilakukan pemeriksaan EEG (dapat dilakukan pemeriksaan EEG 24 jam).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

 

0 Komentar

Belum ada komentar