Sukses

Penyebab Gatal Daerah Kewanitaan

14 May 2017, 23:21 WIB
Pria, 17 tahun.

Permisi dok, saya berumur 17 tahun kurang. Saya juga belum menikah, tapi saya mengalami gatal diarea kewanitaan, dan gatal itu lalu menjadi seperti luka, dan itu membuat area kewanitaan saya menjadi tampak hitam. Apakah itu berbahaya?. Terima kasih dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Gatal di daerah kewanitaan memang dapat disebabkan karena vagina yang lembap dan kebersihannya kurang terjaga. Selain itu, pembalut juga dapat menyebabkan gatal karena iritasi atau alergi. Luka lecet dan panas umumnya disebabkan karena garukan pada area yang gatal tersebut. Untuk mengobatinya, tentu harus diatasi dahulu penyebab dan faktor yang memicunya.

Gatal, lembab, dan bau yang tidak sedap pada daerah kewanitaan dan selangkangan seringkali disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur (kurap) atau candida mudah tumbuh dalam lingkungan yang lembab. Gambaran infeksinya meluas seperti pulau dan biasanya berwarna gelap. Daerah yang sering terkena adalah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat, terlebih jika kondisi kulit berkeringat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat mengakibatkan gambaran penebalan kulit.

Menjaga kebersihan vagina sebenarnya mudah dilakukan. Membersihkan organ kewanitaan dapat dilakukan dengan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan:

Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Selain karena air hangat menciptakan efek relaks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.
Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, dan tidak terlalu ketat, sehingga kulit tetap dapat bernapas, sirkulasi udara lancar, dan membuat perasaan menjadi lebih segar. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari, atau jika lembab/basah.
Jika sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut setidaknya setiap 4 jam.
Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.
Hindari berbagai produk pembersih, sebab belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.
Selain itu juga perlu diperhatikan kontrol berat badan ideal, asupan nutrisi yang baik, karena pada beberapa masalah kesehatan seperti kegemukan atau diabetes amat rentan mengalami infeksi jamur, serta agar keluhan tidak berulang kembali nantinya. Kami juga menyarankan Anda berkonsutasi langsung dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang Anda alami dan mendapatkan terapi yang sesuai dengan penyebabnya. Apabila terdapat infeksi yang disebabkan oleh jamur, maka dibutuhkan obat golongan anti-jamur. Sementara untuk infeksi bakteri maka dokter akan meresepkan penggunaan antibiotik.

Berikut kami sertakan artikel terkait pertanyaan Anda:

Waspadai Gatal Pada Vagina
5 Cara Menjaga Kebersihan Vagina yang Tepat
9 Tips Menjaga Kesehatan Vagina
4 Tanda Vagina Bermasalah
Kloset Tidak Bersih
Keputihan
Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga keluhan Anda lekas teratasi.

0 Komentar

Belum ada komentar