Sukses

Sperma Sedikit

11 May 2017, 21:19 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok saya mau tanya kalau tiap kali melakukan hubungan intim keluar sperma nya sedikit kenapa ya apa sperma kurang sehat?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Oligospermia merupakan istilah medis yang dipakai untuk menggambarkan keadaan dimana jumlah cairan ejakulat yang dihasilkan sedikit. Istilah ini seringkali tertukar dengan istilah oligozoospermia dimana jumlah sperma yang dihasilkan < 20 juta / mL cairan ejakulat. Normalnya, jumlah sperma berkisar antara 20 juta / mL hingga 120 juta / mL. Terkait dengan pertanyaan Anda, mungkin istilah yang anda maksud adalah oligozoospermia. Jumlah sperma yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

- faktor genetik (kromosom)

- suhu tinggi

- kelainan organ reproduksi, saluran kemih dan hormon

- kurang nutrisi dan vitamin (vitamin C, selenium, zinc, folat)

- kemoterapi, obesitas, merokok, alkohol, logam berat, dsb

- faktor psikologis: stres, panik, depresi

- faktor lingkungan: air yang tercemar

Yang dapat anda lakukan saat ini adalah menghindari faktor-faktor di atas termasuk menerapkan konsumsi nutrisi dan pola hidup yang sehat. Kami juga menyarankan agar Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi, guna menentukan faktor penyebab dan tata laksana yang paling tepat.

Pada prinsipnya, hanya dibutuhkan satu sperma dari banyak sperma yang dihasilkan untuk membuahi sel telur. Dengan jumlah sperma yang sedikit, kemungkinan terjadinya kehamilan tentu menjadi semakin kecil, namun pada beberapa kasus, oligozoospermia masih dapat membuahi sel telur. Ada beberapa obat yang dapat dikonsumsi, yang mengandung hormon androgen yang diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Frekuensi hubungan seksual yang ideal juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan kemungkinan tersebut. Disarankan anda dan istri dapat melakukan hubungan seksual 2-3 x / minggu. Sebagai alternatif, dapat dipertimbangkan untuk mengikuti program In-Vitro Fertilization (IVF) atau Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar