Sukses

Sering Pusing dan Nyeri Dada

08 May 2017, 14:35 WIB
Wanita, 15 tahun.

Dok saya mau tanya? masa saya tiba tiba sakit pusing di beberapa minggu ini, gejalanya sakit dibagian mata, alis dan leher jadi berat terus saya jadi suka tidur. Saya pusing ini juga tiba tiba dan juga saya sering ngerasa nyutnyutan dikepala. terus saya mau nanya juga nih dok knp y ketika saya mau berdiri dari tidur (tidur- tiduran) saya merasa kaya keleyengan gitu sesaat. terus saya lagi baru bangun tdr knp mata saya sakit y. saya juga mau nanya kenapa tiba tiba jantung saya tdk teratur detaknya kadang kadang kencang, apalagi klu kecapean abis lari/semacamnya jantung saya berdetak kencang banget sampai sesak gitu tapi beberpa lama kemudian pulih gitu dok! Mohon dibales ya dok;

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Dari deskripsi singkat Anda, kemungkinan Anda mengalami nyeri kepala tipe tension (selanjutnya disebut tension-type headache/TTH).

Pada TTH terdapat nyeri kepala tumpul, rasa seperti ada yang menekan/mengikat di sekitar dahi atau belakang kepala hingga leher. Jenis sakit kepala ini seringkali disebabkan karena stress dan paling sering terjadi pada orang dewasa.

Apabila terjadi pada <15 hari dalam sebulan, disebut dengan TTH episodik. Apabila terjadi lebih sering, disebut TTH kronik. TTH kronik dapat dirasakan hingga lebih dari 60-90 hari. Sakit kepala tipe ini dapat berlangsug selama 30 menit hingga beberapa hari.

TTH tipe episodik umumnya timbul secara perlahan, dan sering terjadi pada tengah hari. TTH tipe kronik bersifat hilang timbul dalam periode waktu yang lebih lama. Nyeri dapat makin bertambah atau berkurang sepanjang hari, tetapi tidak pernah benar-benar hilang.

Sakit kepala tipe ini dipicu oleh stress, baik stress pekerjaan, sekolah, keluarga, teman-teman, maupun lainnya. TTH tipe episodik disebabkan oleh kondisi tunggal yang menyebabkan stress atau stress yang sudah bertumpuk-tumpuk. Jika berlangsung setiap hari dapat menjadi kronik.

Jenis sakit kepala ini tidak diturunkan secara genetik dan terjadi karena otot yang menegang di belakang leher dan kulit kepala. Tegangan otot ini muncul karena beberapa hal berikut:

  • Kurang istirahat
  • Postur yang kurang baik
  • Stress emosional/mental, termasuk depresi
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Rasa lapar
  • Kadar zat besi yang rendah

Jika sudah sering dialami dan mengganggu kualitas hidup Anda, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk diketahui persis jenis sakit kepala apa. Selain itu, agar diketahui penanganan yang tepat sehingga sakit kepala ini tidak kambuh-kambuhan dan tidak mengganggu kualitas hidup Anda.

 

Terkait dengan pertanyaan anda mengenai nyeri dada, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

  • Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina.
  • Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual.
  • Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.
  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.
  • Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.
  • Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh masalah psikologis, tetapi ini baru dipikirkan bila masalah-masalah lain sudah bisa disingkirkan.

Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasaan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita)

Kemudian, terkait dengan pertanyaan anda mengenai kleyengan setelah bangun tidur, anda kemungkinan beasr terkena dengan hipotensi ortostatik. Rasa pusing atau pandangan gelap setelah bangun dari duduk atau tidur sering disebabkan oleh hipotensi ortostatik. Pada saat berdiri/duduk tiba-tiba darah akan secara mendadak turun ke bagian tubuh paling bawah (kaki) akibat gaya gravitasi.

Orang yang sehat setelah duduk atau berbaring kemudian berdiri dapat menyesuaikan dalam beberapa detik. Namun jika kondisi ini berlangsung lama atau hingga membuat orang pingsan meskipun sesaat, bisa jadi hal ini merupakan tanda-tanda adanya masalah yang lebih serius.
Penyebabnya adalah karena kekurangan cairan/dehidrasi, kurang olahraga, atau anemia. Penyebab lainnya adalah diabetes, gagal jantung, dan gangguan saraf. Jika Anda sering merasa pusing dan lemas, perlu dicurigai anemia penyebabnya dan diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menilai kadar hemoglobin. Untuk mengurangi gejala tersebut, jangan berdiri/duduk tiba-tiba setelah tidur, bangunlah secara bertahap dan perlahan agar Anda tidak pusing, minumlah minimal 8 gelas/hari, olahraga teratur 3-4x/minggu selama minimal 30 menit setiap sesinya, dan konsumsi makanan yang kaya zat besi.

Untuk mengetahui diagnosis secara pasti, silahkan anda berkonsultasi dengan dokter terdekat. Anda akan di wawancara secara mendalam, dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang bila dibutuhkan. Berikutnya anda akan mendapatkan tatalaksana yang tepat sesuai dengan diagnosis anda.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar