Sukses

Sesak Nafas : Asma ?

08 May 2017, 14:35 WIB
Pria, 34 tahun.

dok,saya kemarin sesak nafas.sudah berobat.diagnosa dokter katanya asma.yang saya mau tanyakan apa yang membedakan sesak nafas karena penyakit maag,jantung,atau asma.

Terima kasih telah bertanya seputar Sesak Nafas Dan Asma menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Nafas terasa berat atau terasa sesak merupakan perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas. Penyebabnya banyak sekali, karena itu dibutuhkan pemeriksaan lengkap dan langsung oleh dokter. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung).

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi


Penyebab kegawat daruratan karena sesak napas dapat berupa :

  • Asma : batuk, mengi, batuk dan sesak napas terutama malam-pagi hari, jika terpapar oleh pencetus/alergen, terdengar bunyi ngik-ngik ketika menghembuskan napas, terdapat riwayat alergi sebelumnya pada diri sendiri dan keluarga.

     

  • Bisa dari penyakit jantung : disertai dengan nyeri dada kiri atau ulu hati menjalar hingga punggung, lengan atau rahang kiri, cepat lelah.

     

  • Lambung/ maag : Jika diberi obat maag sesak napas Anda membaik, kemungkinan Anda memang mengalami sakit maag, atau lebih tepatnya GERD.

  • Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
  • Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dll)
  • Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), perdarahan


Berdasarkan keterangan yang kami berikan, kira kira apa yang memicu rasa sesak napas Anda? Apakah ada riwayat asma pada diri Anda? Apakah Anda merokok? Apakah Anda ada keluhan terasa panas pada dada? mual atau muntah? rasa seperti terbakar pada daerah leher? apakah Anda memiliki riwayat sakit magg? apakah Anda memiliki kebiasaan berbaring atau tidur setelah makan?

Bila dokter sudah mendiagnosis anda dengan asma, maka hasil wawancara mendalam dan pemeriksaan fisik anda mengarah ke penyakit tsb. 

Asma memiliki pengertian penyakit gangguan saluran pernapasan yang ditandai oleh sesak napas disertai bunyi ngik-ngik (mengi) dan / atau batuk persisten yang disebabkan penyempitan otot saluran pernapasan akibat peradangan dan produksi lendir berlebihan. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara permanen, namun dapat di kontrol dengan tata laksana yang tepat.

Penyebab dari asma belum sepenuhnya dimengerti, faktor genetik diketahui memiliki peranan yang sangat penting bagi terjadinya asma pada seseorang. Beberapa zat atau bahan yang dapat mencetuskan timbulnya serangan adalah:

Benda-benda dalam ruangan (tungau debu rumah dalam kasur, karpet, dan perabotan kotor dan bulu binatang)
Benda-benda di luar ruangan (polusi, asap buangan pabrik)
Asap rokok
Refluks gastroesofagus (sering muntah)
Udara dingin, emosi yang berlebihan seperti marah atau ketakutan dan olahraga juga dapat mencetuskan serangan asma. Bahkan beberapa obat seperti aspirin dan obat anti inflamasi lainnya dan beta bloker juga dapat mencetuskan serangan.

Secara umum, terdapat dua jenis obat dalam penatalaksanaan asma, yaitu obat pengendali (controller) dan pereda (reliever). Obat pengendali merupakan profilaksis serangan yang diberikan tiap hari, ada atau tidak ada serangan/ gejala, sedangkan obat pereda adalah yang diberikan saat serangan.

Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek yaitu dengan menggunakan obat pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Pengobatan jangka panjang yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernafasan terbuka dan mengurangi pembengkakan. Selain dengan obat apabila Anda sudah mengetahui penyebab kambuhnya asma Anda maka hal terserbut harus Anda hindari. 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar