Sukses

Mata Merah, Berair dan Buram

08 May 2017, 09:28 WIB
Pria, 17 tahun.

Assalamu’alaikum… Selamat sore dokter…. Mohon maaf telah mengganggu waktunya untuk bertanya sebentar…. Dok, 4 bulan yang lalu mata kiri saya sakit, merah, perih, keluar air mata dan lender, sampai bengkak selama 1 minggu, seminggu kemudian mata kanan saya yang merah, dan perih tidak sampai keluar lender. Akhirnya akhir bulan maret saya periksa ke dokter spesialis mata, kata beliau mata saya kotor dan saya diberi obat “CENDO TOBRO” dan “GAMAT”…. Alhamdulillah selama sstelah seminggu mata saya sembuh… namun seminggu kemudian mata saya sering perih setiap malam, untuk melihat lampu saya selalu melihat lingkaran seperti pelangi dan keluar lender juga, setelah bangun tidur penglihatan saya buram. Mohon solusi untuk penyembuhanya dokter…. Terima kasih….

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah bertanya seputar Mata Merah dan Berair menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan, namun kami tidak dapat memastikan mengenai apa yang terjadi pada diri Anda. Saya mengerti keluhan ini pasti membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Namun banyak hal yang bisa menyebabkan mata terasa perih dan berair. Idealnya diperlukan evaluasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan fisis langsung pada mata Anda untuk memastikan penyebabnya.

Berdasarkan informasi yang Anda berikan kami menduga mata Anda mengalami peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis). Berdasarkan penyebabnya, konjungtivitis terbagi menjadi empat:

  • Konjungtivitis alergik
  • Konjuntivitis bakterial
  • Konjungtivitis viral
  • Konjuntivitis kimia

Pemilihan terapi yang sesuai bergantung pada penyebab keluhannya dan harus dilakukan dalam pengawasan dokter yang kompeten. Yang dapat Anda lakukan adalah memperhatikan kebersihan mata Anda:

- jangan menyentuh apalagi menggosok mata dengan kedua tangan anda
- cuci tangan yang bersih secara berkala
- cuci handuk anda setiap hari, dan jangan memakainya bersama orang lain
- hindari penggunaan kosmetik mata, terutama maskara
- bila anda pemakai lensa kontak, hindari penggunaannya sementara waktu
- beri kompres hangat pada mata yang terkena

Kami menyarankan agar Anda segera mengunjungi dokter spesialis mata untuk konsultasi lebih lanjut. Mata yang mengalami penurunan penglihatan patut diwaspadai sebagai keratitis. Dalam kasus anda, bisa jadi infeksi mata yang sebelumnya menjadi lebih buruk, atau merupakan infeksi baru.

Keratitis adalah peradangan pada kornea, yaitu jaringan di bagian depan mata yang menutupi pupil dan iris. Keratitis dapat disebabkan oleh cedera yang relatif kecil, seperti goresan kuku, atau pemakaian lensa kontak yang terlalu lama yang dapat menular. Keratitis juga dapat disertai infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit. Jika tidak diobati, atau jika infeksi semakin parah, keratitis dapat mengakibatkan komplikasi serius yang secara permanen dapat merusak penglihatan.

Penyebab keratitis antara lain:

  • Cedera. Jika goresan benda mengenai permukaan salah satu kornea mata atau menembus kornea, keratitis tanpa infeksi bisa terjadi. Tetapi, jika bakteri atau jamur dapat mengakses permukaan yang rusak tersebut, akan menyebabkan infeksi.
  • Terkontaminasi lensa kontak. Bakteri, jamur atau parasit, khususnya parasit mikroskopis acanthamoeba kadang menghuni permukaan lensa kontak dan mencemari kornea, sehingga menghasilkan keratitis menular.
  • Virus, seperti virus herpes dan virus yang menyebabkan klamidia dapat menyebabkan keratitis.
  • Terkontaminasi air Bakteri dan jamur dalam air, terutama di lautan, sungai, danau dan kolam air panas, bisa masuk ke mata ketika Anda sedang berenang atau mandi dan akan mengakibatkan keratitis.

Gejala keratitis antara lain:

  • Mata kemerahan
  • Sakit mata
  • Keluar air mata
  • Kesulitan membuka kelopak mata Anda karena sakit atau iritasi
  • Penglihatan kabur
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
  • Perasaan terbakar atau gatal berpasir di mata Anda
  • Pembengkakan di sekitar mata
  • Perasaan bahwa ada sesuatu yang di mata Anda

Keterlambatan diagnosis dan pengobatan keratitis dapat mengakibatkan komplikasi serius, termasuk kebutaan. Pengobatan keratitis tidak menular bervariasi tergantung pada penyebabnya. Namun, untuk kasus tanpa komplikasi, misalnya keratitis yang disebabkan oleh goresan atau pemakaian lensa kontak terlalu lama, sebuah penutup mata yang dikenakan 24 jam dan obat mata topikal mungkin diperlukan.

Pengobatan infeksi keratitis bervariasi, tergantung pada penyebab infeksi sebagai berikut :

  • Untuk keratitis yang disebabkan bakteri yang ringan, obat tetes mata antibakteri efektif mengobati infeksi. Jika infeksi sedang sampai berat, dapat disertai dengan minum antibiotik oral untuk menyingkirkan infeksi. Penggunaan obat tetes mata kortikosteroid juga perlu untuk mengurangi peradangan keratitis bakteri.
  • Keratitis yang disebabkan oleh jamur biasanya memerlukan obat tetes mata antijamur dan obat antijamur oral.
  • Jika virus yang menyebabkan infeksi, obat tetes mata antivirus dan obat antivirus oral mungkin efektif. Tapi obat-obat ini mungkin tidak dapat untuk menghilangkan virus sepenuhnya, dan keratitis virus bisa kambuh lagi.
  • Keratitis yang disebabkan oleh parasit acanthamoeba kecil bisa sulit untuk diobati. Tetes mata antibiotik mungkin membantu, tetapi beberapa infeksi acanthamoeba tahan terhadap obat. Kasus yang parah keratitis acanthamoeba sering membutuhkan transplantasi kornea (keratoplasty).

Kami menyarankan Anda melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis mata untuk penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar