Sukses

Gangguan Pendengaran pada Anak

08 May 2017, 14:08 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok saya mau tanya. Saya punya keponakan umur sekitar 4 bulan. Dia gak rewel. Tapi saya khawatir dia memiliki problem di pendengaran. Karena saat dia tidur dia tidak kaget walau ada suara bantingan pintu, orang teriak dan gaduh. Bahkan saya tes dengan membunyikan gemrincing kunci di dekat telinganya (tanpa dia melihat gerak tangan saya) dia tidak mencari sumber suara. Apakah hal ini normal atau memang ada problem di pendengarannya? Dan bila memang ada problem itu disebabkan oleh apa ya dok dan bagaimana cara menanganinya? Terimakasih atas tanggapannya

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang Gangguan Pendengaran pada Anak melalui fitur Tanya Dokter.

Gangguan pendengaran dibagi menjadi 3 jenis : pertama Tuli konduksi (di telinga luar dan tengah) disebabkan karena proses keradangan, dapat diobati dengan tindakan operasi misal : otitis media / congek, telinga tidak terbentuk. Kedua Tuli sensorineural / syaraf (di telinga dalam), biasanya tidak dapat diobati, penanganan dengan alat bantu dengar / implantasi koklea, misal : tuna rungu (sejak lahir), paparan bising. Dan ketiga adalah Tuli campuran.

Bayi berusia 0 – 28 hari yang memiliki resiko tinggi terhadap gangguan pendengaran adalah bayi-bayi dengan riwayat keluarga dengan tuli sejak lahir, saat hamil mendertita infeksi TORCHS, kelainan anatomi kepala – leher , sindrom yang berhubungan dengan tuli kongenital, berat badan lahir rendah (kurang dari 1500 gram, meningitis bakterialis, hiperbilirubinemia (bayi kuning), asfiksia berat (saat lahir tidak menangis), dan pemberian obat ototoksik.

Sebaiknya ibu mulai curiga bila bayi tidak kaget meskipun ada suara keras, kurang responsif terhadap suara-suara di sekitarnya, misal vacum cleaner, klakson mobi, petir, belum dapat mengoceh / babling pada usia 12 bulan, responsif terhadap apa yang dilihat tetapi kurang responsif terhadap suara, misal anak baru memberikan respon saat melihat mainan tetapi tidak responsif saat mendengar suara mainan tanpa melihatnya, usia 18 bulan tidak dapat mengucapkan 6-8 kata yang berarti, anak bicara tetapi ucapannya tidak berarti, dan kemampuan bicara tidak berkembang sesuai usia.

Penanganan anak dengan gangguan pendengaran tentunya tergantung dari penyebabnya

Bila karena tuli saraf (sensorineural) akan melibatkan dokter THT, audiologis, psikolog, shli terapi wicara dan guru SLB. Tujuan utama dalam menangani anak dengan gangguan pendengaran (tuna rungu) adalah bagaimana meningkatkan komunikasi verbal dengan program habilitasi yang merupakan proses untuk mengurangi disability dan mencegah handicap yang lebih besar. Penanganan gangguan pendengaran pada anak dilakukan dengan beberapa cara : pemasangan alat bantu dengar(ABD) segera setelah diketahui gangguan pendengaran supaya segera mendapat input informasi melalui jalur pendengaran, fitting alat bantu dengar (ABD) penting dilakukan untuk mengetahui apakah ABD sesuai untuk anak, terapi wicara untuk melatih kemampuan mendengar berbicara dan berbahasa.

Peran orang tua sangat penting untuk mendukung keberhasilan anak dalam belajar mendengar dan berbicara. Pemeriksaan pendengaran dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. Pada bayi / anak pemeriksaan subjektif seringkali sulit dilakukan karena anak tidak kooperatif sehingga dilakukan pemeriksaan pendengaran secara objektif.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan adalah :

Behavioural Observation Audiometry (BOA) yaitu mengamati perubahan tingkah laku anak pada respon terhadap adanya stimulus suara.
Visual Reinforcment Audiometry (VRA) yaitu mengamati perubahan tingkah laku anak pada respon terhadap adanya stimulus suara bila memberikan respons ditujukan hadiah berupa boneka / mainan.
Play Audiometry (Audiometry bermain) yaitu pemeriksaan pendengaran dengan audiometer yang dilakukan sambil bermain.
Tes fungsi perseptif
Timpanometri : untuk menilai fungsi telinga tengah
Otoacoustic Emission (AOE) menilai fungsi rumah siput (koklea) secara objektif, tidak invasif, aman, sepat, akurat
BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) menilai respon elektrofisiologis saraf pendengaran sampai batang otak secara objektif, tidak invasif, aman, sensitif, tidak tergantung kondisi pasien.
Pada kasus keponakan anda, apakah sudah pernah dilakukan pemeriksaan fungsi pendengaran? Salah satu penyebab tidak responsif terhadap suara adalah adanya gangguan pendengaran. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Gangguan Pendengaran pada Anak. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar