Sukses

Carpal Tunel Sindrom

08 May 2017, 00:04 WIB
Wanita, 32 tahun.

Saya mengalami otot ketarik saat bercanda sama teman 10 tahun yang lalu sampai saat ini otot tangan kanan atas saya bengkak dan hampir tidak bisa digenggam apakah masih bisa diobati

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter mengenai carpal tunel sindrom.

Mengenai hasil pemeriksaan laboratorium Anda, keduanya berada pada range normal baik asam urat maupun kolesterol. Sedangkan, mengenai Carpal Tunnel Syndrome akan coba kami jelaskan secara singkat sebagai berikut.

Carpal Tunnel Syndrome umumnya melibatkan rasa kesemutan dan nyeri pada jari terutama 3 jari bagian luar (kelingking, jari manis, jari tengah), atau rasa panas dan terbakar dari ibu jari sampai jari tengah. Terkadang penekanan saraf seluruhnya dapat menyebabkan seluruh pergelangan tangan merasa ksesemutan. Carpal Tunnel Syndrome terjadi karena penekanan saraf di pergelangan tangan akibat dari pembengkakan atau retensi cairan.

Kondisi ini umumnya terjadi di pagi hari karena adanya akumulasi cairan di malam hari,atau dapat juga terjadi sepanjang hari. Carpal Tunnel Syndrome umumnya terjadi karena penimbunan cairan yang berlebihan di dalam tubuh. Untuk mengurangi cairan, batasilah asupan garam di dalam diet anda. Garam dapat menarik cairan lebih banyak di dalam tubuh.

Dalam penanganannya, tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan Immobilisasi (mengistirahatkan tangan yang terkena), kemudian juga dapat dipasangkan splint. Obat penghilang Rasa Sakit juga dapat diberikan apabila rasa nyeri sangat mengganggu. Cara lainnya juga dapat diberikan Suntikan anestesi lokal. Dan pada kondisi berat dapat dilakukan Operasi ( bila pengobatan gagal dan keadaan berat / Otot mengecil ). Kami tidak menyarankan Anda melakukan pemijatan tradisional, kami sarankan Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis saraf.

Untuk nyeri pada tangan atau kaki karena asam urat, yang dimaksud mungkin adalah Gout. Gout atau orang awam bilang “asam urat” adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mengontrol asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan akan menumpuk di jaringan tubuh. Gout ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dan menyebabkan inflamasi (radang) pada persendian (artritis). Gout kronik (jangka panjang) dapat menyebabkan penumpukan asam urat didalam dan sekitar persendian, menurunkan fungsi ginjal dan membentuk batu ginjal.

Gejala dan Tanda

Gejala awal dari artritis gout adalah panas, kemerahan dan pembengkakan pada sendi yang tipikal dan tiba-tiba. Persendian yang sering terkena adalah persendian kecil pada basis dari ibu jari kaki. Beberapa sendi lain yang dapat terkena ialah pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, jari tangan, dan siku. Pada serangan akut penderita gout dapat menimbulkan gejala demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian, dengan atau tanpa pengobatan. Seiring berjalannya waktu serangan artritis gout akan timbul lebih sering dan lebih lama.

Pasien dengan gout meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. Kristal-kristal asam urat dapat membentuk tophi (benjolan keras tidak nyeri disekitar sendi) di luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki, selain itu dapat ditemukan juga pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi).

Tata Laksana

Gout tidak dapat disembuhkan, namun dapat diobati dan dikendalikan. Gejala-gejala dalam 24 jam biasanya akan hilang setelah mulai pengobatan. Gout secara umum diobati dengan obat anti inflamasi. Yang termasuk didalamnya adalah:

NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen, secara umum diberikan untuk mengobati serangan berat dan mendadak, obat ini bisasanya menurunkan peradangan dan nyeri dalam beberapa jam
Kortikosteroid, dapat diberikan pada orang yang tidak dapat menggunakan NSAIDs
Steroid bekerja menurunkan peradangan. Steroid dapat di suntik (injeksi) langsung pada sendi yang terkena atau diminum dalam bentuk pil
Colchicine sering juga digunakan untuk mengobati peradangan pada penyakit gout
Allupurinol dapat menurunkan kadar asam urat dengan cara menekan produksi asam urat. Obat ini bekerja pada metabolisme asam urat dengan mencegah perubahan zat purine dalam makanan menjadi asam urat. Pengobatan ini tidak dianjurkan untuk orang dengan fungsi ginjal yang kurang, selain itu dapat menimbulkan efek samping seperti kemerahan dan kerusakan hati.
Pencegahan

Makanan yang mengandung tinggi purin dan tinggi protein sudah lama diketahui dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko terkena gout.

Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain; jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus), sarden, kerang, ikan herring, lacang-kacangan, nayam, udang, daun melinjo, dan sebagainya

Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin

Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah

Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur

Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori

Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi

Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar