Sukses

Hamil Setelah Keguguran

07 May 2017, 19:55 WIB
Wanita, 26 tahun.

Halo dokter, saya asih sudah menikah selama sekitar 20 bulan. Pada 12 bulan pertama pernikahan, kami menunda kehamilan secara alami dengan tidak mengeluarkan sperma di rahim. Pada bulan ke 13 (september 2016) kami sudah berencana untuk kehamilan. Kemudian pada bulan oktober 2016 (belum terlambat haid) saya menggunakan transportasi pesawat. Sekitar 12 hari setelah naik pesawat (sudah terlambat haid 7 hari) dan di cek dengan testpack sebanyak 2x hasilnya positif. Kemudian cek ke dokter kandungan belum terlihat kata dokternya. Kemudian satu minggu setelah cek ke dokter tiba2 saya mengalami haid, dan setelah dicek ke dokter ternyata memang sedang pendarahan (entah haid atau keguguran) namun saya tidak merasakan sakit. Hanya saja haid tersebut berlangsung hampir sepuluh hari, sedangkan biasanya saya haid hanya 6 hari. Dan pemeriksaan ke dokter tersebut tanpa adanya kuret. Kemudian sampai sekarang april 2017, saya belum juga hamil. Yang ingin saya tanyakan, sebenarnya apa yang terjadi pada pendaharan/haid saya pada waktu tersebut? Dan apa yang perlu saya lakukan agar dapat hamil? Terima kasih

Terima kasih telah bertanya tentang tanda keguguran melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelumnya ijinkan kami menjelaskan tentang keguguran. Keguguran atau abortus adalah kematian janin dalam kandungan yang berumur kurang dari 20 minggu. Penyebab keguguranada bermacam-macam diantaranya adalah:

  • Kelainan pertumbuhan janin akibat: kelainan kromosom, lingkungan kurang sempurna (lingkungan rahim tidak memberikan nutrisi cukup untuk si janin),
  • pengaruh dari luar (obat-obatan, alkohol, virus, radiasi)
  • Kelainan plasenta: kelainan pada pembuluh darah ari-ari, biasanya disebabkan oleh hipertensi menahun pada ibu
  • Penyakit ibu: infeksi paru-paru, tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, anemia berat, TORCH, penyakit tiroid, diabetes, anti phospholipid sindrom.
    Kelainan pada organ kehamilan misalnya mulut rahim yang tidak kuat, kelainan pada dinding rahim, mioma uteri.
  • Kelainan hormonal
    Dapat juga disebabkan oleh faktor emosional/stres
  • Trauma/cedera pada kehamilan

Gejala yang sering timbul pada keguguran kehamilan muda adalah Perdarahan terus menerus tanpa atau disertai gumpalan daging dari janin, kram perut yang terjadi lama dan semakin memberat, kram perut. Untuk memastikan nya dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter dan melalui USG melihat apakah masih ada janin di dalam rahim Anda. Dari cerita anda, setelah positif hamil dan mengalami pendarahan, anda telah mengalami keguguran namun tidak perlu dikuret.

Umumnya setelah satu minggu dari kuretase, darah sudah tidak ada lagi. Jika tidak terjadi komplikasi, umumnya kesuburan akan kembali normal. Jika sudah mendapat haid lagi berarti fungsi organ reproduksi sudah kembali normal dan sudah boleh hamil lagi. Jika seorang dikuret, seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil. Namun, dianjurkan agar ibu menunda kehamilan berikutnya selama kurang lebih 3 bulan, hingga organ reproduksi ibu kembali ke bentuk semula dan ibu telah siap secara fisik dan mental untuk hamil lagi.

Sebaiknya saat ini Anda memulihkan kondisi fisik dan emosional Anda. Konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi, selain itu Anda dapat pergi berlibur ataupun melakukan hobi dalam mengisi waktu luang untuk menenangkan pikiran serta mengembalikan semangat serta energi Anda.

Jika Anda ingin cepat hamil, maka lakukan hubungan seksual terutama pada saat masa subur. Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.

Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar