Sukses

Post Coital Bleeding dan Haid Tidak Teratur Pasca Implan

06 May 2017, 22:45 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok . saya mw tanya, saya menggunakan kb implan, awalnya haid saya normal 10 hari, setelah 1,5 thun ini haid saya sllu brlebihan 20 - 30 hari, dan ketika saya berhubungan dg suami kdang keluar darah tpi warna drahny coklat kdang merah kecoklat" tan,, kdang jga tetasa sakit... dok apa itu wjar atau kejala kangker sevtik... tolong di jawab dok, saya butuh sekali penjelasan ini

Terima kasih telah bertanya seputar Haid Tidak Teratur dan Post Coital bleeding menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Pertama izinkan kami menjelaskan tentang siklus haid yang normal. Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. 

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
Malnutrisi (kurang gizi)
Stres psikologis
Atlet
Kekurangan vitamin K
Penggunaan obat-obatan tertentu
Kelainan pembekuan darah
Gangguan hormon tiroid

Dan lain sebagainya

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Pada kasus anda, karena anda menggunakan KB implan yang mengandung hormon, gangguan siklus/banyaknya menstruasi sangat mungkin terjadi.

Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan.

Untuk mengatasinya, cobalah beberapa tips dibawah:

Hindari Aktivitas Fisik yang Berat

Terlalu lelah adalah salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Hal ini karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat, maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Dan ketika siklus tidak lancar, maka sindrom pra-menstruasi datang mengancam. Untuk itu hindarilah kelelahan berlebihan.

Tubuh setiap manusia memiliki ambang lelah yang berbeda-beda, tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Stamina dapat dilatih dengan berolahraga secara teratur Untuk memulai, cobalah jogging selama 15 menit dahulu, kemudian dilatih untuk menambah waktu minimal hingga 30 menit sehari.

Hindari Stres

Di atas batang otak manusia, terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon, termasuk hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu esterogen dan progesteron.

Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres, maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur.

Sama dengan stamina, ambang stres setiap orang juga berbeda- beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, dengan melatih tubuh berolahraga teratur, tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres.

Asupan Gizi

Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.

 

Terkait dengan keluhan keluranya flek setelah berhubungan intim disebut dengan post coital bleeding.

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
Kanker leher rahim
Displasia srviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.Dan sebaiknya anda menghentikan kegiatan seksual diluar nikah karena hal tersebut tidak baik untuk diri anda apalagi riwayat pasangan anda sering berganti-ganti pasangan.

Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga membantu.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar