Sukses

Nyeri Ulu Hati, Sesak Nafas, Dada Berdebar-debar dan Nyeri Kepala

06 May 2017, 21:06 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok dada saya merasa berdebar-debar disertai dengan sesak nafas rasanya sakit sekali, dibagian perut ulu hati terasa sakit, bagian sebelah kiri tangan bahu leher dan kepala terasa sakit sekali, mual pusing dan rasa sakit bagian kepala yg saya alamin sakit sekali buat tidur pun susah. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar GERD dan Nyeri Kepala menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Dari gejala yang anda sebutkan, sepertinya anda mengalami GERD.

Gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut. GEjala sampingan peningkatan asam lambung adalah nyeri ulu hati, kembung, sering bersendawa, mual dll.

Pada penderita GERD, terjadinya sesak napas dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi, dll.

Hingga saat ini, pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi GERD adalah dengan obat-obatan golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole, lansoprazole, dll. Obat ini dapat diminum 1x/hari, 30 menit sebelum makan. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1-2 minggu dan dilihat respon yang terjadi. Pengobatan dikatakan berhasil jika terdapat perbaikan gejala, meskipun belum sembuh total. Penyakit ini dapat dikontrol agar tidak sering kambuh.

Selain dengan obat-obatan tersebut, Anda juga perlu untuk mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti :

  • Makan secara teratur, dengan frekuensi sering dan porsi kecil-kecil
  • Jangan langsung tidur setelah makan malam
  • Hindari rokok dan alkohol serta minuman bersoda lainnya
  • Hindari stres
  • Tidur cukup 8 jam/hari
  • Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama 30menit.

Dengan melakukan kombinasi terapi dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, diharapkan masalah Anda dapat lebih teratasi.

Selama gejala dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup maka perlahan-lahan konsumsi obat-obatan dapat dikurangi, namun bila tanpa obat-obatan gejala kurang dapat dikontrol maka sebaiknya tetap diteruskan. Hal ini diperlukan untuk menetralkan asam lambung karena asam lambung yang terus menerus melukai esofagus (kerongkongan) akan menyebabkan iritasi kronik. Padahal, mukosa esofagus tidak dirancang untuk tahan terhadap asam lambung seperti mukosa lambung. Hal ini yang mungkin menyebabkan perubahan mukosa esofagus Anda sehingga terjadi polip esofagus. Kebanyakan polip bersifat jinak namun ada juga yang bersifat ganas. Hal ini memerlukan pemantauan lebih lanjut terus menerus.

Kami sarankan Anda terus berkonsultasi dengan dokter Anda dan melakukan perubahan pola hidup sehat untuk mengontrol penyakit GERD Anda.

Terkait dengan nyeri kepala anda, apakah anda sebelumnya pernah mengalami hal spt ini? Berapakah tensi atau tekanan darah anda?

Secara umum, penyebab sakit kepala dibagi menjadi dua macam, yaitu:

Primer - tidak disebabkan oleh kondisi apapun, hasil pemeriksaan lab, CT scan normal
Sekunder - terdapat penyakit yang mendasari, seperti akibat cedera leher/kepala/tulang belakang, peradangan atau gangguan pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak, termasuk stroke, infeksi (meningitis), tekanan dalam otak yang terlalu tinggi atau rendah, tumor otak, cedera kepala; hal-hal ini biasanya bisa terlihat melalui CT scan

Yang umum terjadi adalah sakit kepala primer dalam bentuk:

  • Nyeri kepala yang bersifat cluster
  • Migrain
  • Nyeri kepala tipe tension (seperti ada yang menekan/mengikat kepala)

Dari deskripsi singkat Anda, kemungkinan Anda mengalami nyeri kepala tipe tension (selanjutnya disebut tension-type headache/TTH).

Pada TTH terdapat nyeri kepala tumpul, rasa seperti ada yang menekan/mengikat di sekitar dahi atau belakang kepala hingga leher. Jenis sakit kepala ini seringkali disebabkan karena stress dan paling sering terjadi pada orang dewasa.

Apabila terjadi pada <15 hari dalam sebulan, disebut dengan TTH episodik. Apabila terjadi lebih sering, disebut TTH kronik. TTH kronik dapat dirasakan hingga lebih dari 60-90 hari. Sakit kepala tipe ini dapat berlangsug selama 30 menit hingga beberapa hari.

TTH tipe episodik umumnya timbul secara perlahan, dan sering terjadi pada tengah hari. TTH tipe kronik bersifat hilang timbul dalam periode waktu yang lebih lama. Nyeri dapat makin bertambah atau berkurang sepanjang hari, tetapi tidak pernah benar-benar hilang.

Sakit kepala tipe ini dipicu oleh stress, baik stress pekerjaan, sekolah, keluarga, teman-teman, maupun lainnya. TTH tipe episodik disebabkan oleh kondisi tunggal yang menyebabkan stress atau stress yang sudah bertumpuk-tumpuk. Jika berlangsung setiap hari dapat menjadi kronik.

Jenis sakit kepala ini tidak diturunkan secara genetik dan terjadi karena otot yang menegang di belakang leher dan kulit kepala. Tegangan otot ini muncul karena beberapa hal berikut:

  • Kurang istirahat
  • Postur yang kurang baik
  • Stress emosional/mental, termasuk depresi
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Rasa lapar
  • Kadar zat besi yang rendah

Jika sudah sering dialami dan mengganggu kualitas hidup Anda, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk diketahui persis jenis sakit kepala apa. Selain itu, agar diketahui penanganan yang tepat sehingga sakit kepala ini tidak kambuh-kambuhan dan tidak mengganggu kualitas hidup Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar