Sukses

Sulit Hamil Karena Keputihan?

06 May 2017, 20:37 WIB
Pria, 23 tahun.

Keputihan bisa jadi alasan sulit hamil? Lalu sperma ikut keluar atau tumpah padahal sudah mencoba untuk menahannya

Terima kasih telah bertanya seputar Sperma dan Keputihan Akibatkan Sulit Hamil menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Sperma yang berukuran mikroskopik dapat masuk ke rahim melalui mulut rahim sedangkan sisa cairannya akan tertinggal di dalam vagina. Apabila cairan ejakulasi keluar dari vagina sesaat setelah melakukan hubungan seksual atau pada pagi harinya, hal tersebut masih wajar terjadi karena cairan ejakulasi tidak diserap dan akan keluar sebagian. Sebaiknya setelah selesai berhubungan, Anda dapat mempertahankan posisi berbaring dengan dialaskan bantal selama 5-10 menit agar cairan mani tidak langsung keluar.

Terkait dengan pertanyaan anda mengenai keputihan, bila Anda menderita keputihan dan ingin berusaha untuk hamil maka sebaiknya mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin, karena bila memang keputihan tersebut terjadi akibat infeksi, infeksi yang meluas hingga daerah panggul bisa saja menyebabkan kesulitan hamil. Dengan mengunjungi dokter dan memperoleh pemeriksaan langsung, penyebab keputihan tersebut dapat ditentukan secara lebih jelas sehingga pengobatannya pun tepat. Tanpa pemeriksaan, penyebab keputihan akan sulit ditetapkan dan ada risiko pengobatan yang salah.

Sebagai informasi, keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. Bagaimana dengan Anda? Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Oleh sebab itu kami sangat merekomendasikan agar Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan atau spesialis kulit dan kelamin.

Terima kasih telah bertanya seputar Hamil Muda dan Perjalanan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar