Sukses

Menentukan Masa Subur pada Haid Tidak Teratur

06 May 2017, 12:20 WIB
Wanita, 30 tahun.

Assalamualaikum Dok... Dok,, Sy mau tanya... Gini Sy sering datang bulan terlambat atau tidak teratur selalu mundur dri tanggal sebelumnya, kadang juga 1 bulan tidak halangan. Karena Sy pikir akan telat dlm selang waktu yg agak lama lagi seperti biasanya. Sy melakukan hubungan intim dgn suami Sy. Terus tiba2 saja keluar darah haid.. setelah Sy sadar kejanggalan ini, langsung Sy hentikan... pertanyaan Sy,, 1. apakah bahaya? 2. apa dampak buruk dari melakukan hub. intim saat datang bulan? 3. yang terakhir bagaimana cara menentukan masa subur Sy, jika waktu datang bulan tidak pasti sprti yg sy alami?? Sy sangat berharap bisa secepatnya dpt di percaya menjdi seorg ibu... tapi terkadang Sy msih bingung menentukan kapan waktu yg paling tepat bagi Sy, agar bisa melakukan nya di waktu masa subur.. terimakasih sebelumnya... Wasalamualaikum wr. wb. (Fr : manusia_awam)

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang masa subur melalui fitur Tanya Dokter.

Untuk mengetahui masa subur, perlu diketahui siklus menstruasi selama 3-6 bulan terakhir. Siklus menstruasi diketahui dengan cara menghitung jarak hari dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya. Untuk menghitung masa subur, dibutuhkan minimal pola menstruasi 3 bulan terakhir.

Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Masa subur (ovulasi) akan terjadi pada 14 hari sebelum hari pertama menstruasi yang akan datang bulan berikutnya. Karena itu coba fokuskan untuk berhubungan sekitar masa subur tersebut. Berhubungan seksual sehari setelah selesai haid kemungkinan tidak dapat menyebabkan kehamilan.

Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu. Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari.

Dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio

Melakukan hubungan suami istri saat menstruasi tidak akan berdampak buruk pada Anda maupun pasangan. Akan tetapi Anda harus memastikan sebelumnya bahwa Anda dan suami terjamin bebas dari infeksi kemaluan. Apabila Anda atau suami ada yang memiliki infeksi pada kemaluannya maka dengan melakukan hubungan seksual saat menstruasi akan memudahkan kuman untuk masuk ke dalam rahim, karena saat menstruasi leher rahim sedang dalam kondisi terbuka sehingga memudahkan untuk terjadinya infeksi saluran reproduksi. Disamping itu, melakukan hubungan seksual saat menstruasi juga akan meningkatkan risiko bagi suami untuk tertular beberapa penyakit tertentu melalui darah Anda, karena darah merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya kuman penyakit. Karena itu, memang disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual saat menstruasi atau gunakanlah kondom jika Anda ingin melakukan hubungan seksual saat menstruasi.

Namun, jika memang sudah terjadi, dan tidak terdapat penyakit menular baik pada diri Anda maupun suami Anda maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang masa subur. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar