Sukses

Lendir Kecoklatan Setelah Telat Haid

04 May 2017, 21:45 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok saya sudah 2 bulan tidak pms kemudian tadi siang sekitar jam 1 saya k toilet buat BAK ternyata ada lendir yg menyerupai ati ayam gitu bentuk nya panjang kaya cacing trus saya penasaran di masukan lah jari k dlm lubang vagina ternyata d dlm nya itu ada semacam lendir berwarna coklat muda tidak berbau apa ini masih normal dok dlm keadaan saya yg tidak pms slama 2bln

Terima kasih telah bertanya tentang Lendir Kecoklatan melalui fitur Tanya Dokter.

Sebelumnya ada beberapa pertanyaan yang akan kami ajukan,

apakah anda sudah menikah? apakah anda sebelumnya sudah pernah berhubungan seksual?

apakah anda mengalami tanda-tanda kehamilan sebelumnya? pernahkah anda tes kehamilan?

apakah ada gejala lain yang mengikuti lendir kecoklatan tsb? berapa banyakkah flek yang anda rasakan ini?

Perlunya berhati-hati bila betul anda sudah berhubungan seksual, karena lendir tersebut dan berbentuk hati ayam bisa merupakan jaringan janin. 

Namun, bila anda belum pernah berhubungan sexual, gejala tersebut bisa mengarah kepada keputihan abnormal.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis/abnormal. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Untuk dapat membedakannya diperlukan informasi berikut, sejak kapan keluhan tersebut Anda alami? apakah ada keluhan lain seperti gatal, panas, nyeri pada vagina? apakah lendir tersebut berbau? Apakah Anda sudah pernah melakukan hubungan seksual?

Dalam keadaan normal, sebenarnya seorang wanita dapat mengalami keputihan yang biasanya timbul pada masa subur seorang wanita, sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan yang normal ini biasanya berwarna jernih, tidak berbau dan tidak terasa gatal. Namun ketika warna lendir yang keluar dari vagina berubah warna (menjadi seperti kepala susu, kuning kehijauan, abu-abu, kecoklatan atau bahkan keluar darah), menjadi berbau dan terasa gatal menunjukkan bahwa keputihan yang terjadi sudah patologis (tidak normal). Hal tersebut dapat terjadi akibat infeksi pada vagina (baik infeksi bakteri, jamur atau parasit), akibat adanya benda asing dalam vagina atau akibat adanya keganasan. Umunya keputihan yang tidak normal ini terjadi akibat infeksi kuman.

Banyak hal yang dapat memicu terjadinya infeksi kuman pada vagina, diantaranya adalah pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Pemakaian antiseptik akan membunuh kuman-kuman normal dalam vagina yang berfungsi untuk melawan kuman jahat yang masuk ke dalam vagina, sehingga kuman jahat tersebut dapat tumbuh subur dalam vagina dan menimbulkan keputihan yang tidak normal.

Wanita yang sudah menikah juga berisiko tinggi untuk mengalami infeksi di daerah vagina yang menimbulkan keluhan berupa keputihan, karena saat wanita melakukan hubungan seks maka wanita tersebut sangat terbuka terhadap kuman-kuman dari luar. Bahkan keputihan tersebut bisa juga didapat dari pasangan yang juga mengalami infeksi yang sama.

Selain itu kebiasaan bertukar celana dalam dengan orang lain, penggunaan handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan vagina dan cara 'cebok' yang salah juga dapat memicu timbulnya keputihan.

Berdasarkan data yang Anda berikan, kami menduga keluhan Anda yang berupa keluar lendir dari vagina yang berwarna kecoklatan merupakan suatu jenis keputihan yang patologis (tidak normal), namun kami tidak dapat memastikan penyebabnya. Karena banyaknya kemungkinan penyebab timbulnya keputihan pada diri Anda, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan penyebab timbulnya keputihan Anda. Keputihan sebaiknya diobati sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut akibat infeksi yang berjalan lebih dalam ke rongga rahim dan saluran indung telur bahkan ke dalam rongga panggul.

Selain mendapatkan pengobatan dari dokter, ada baiknya jika Anda melakukan beberapa hal untuk mencegah terjadinya keputihan yang berulang, antara lain dengan:

  • Jagalah kebersihan vagina
  • Hindari menggunakan cairan antiseptik pembersih vagina
  • Lakukan pembilasan vagina yang benar, yaitu membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus setelah habis buang air besar atau buang air kecil
  • Hindari kebiasaan bertukar celana dalam atau menggunakan handuk bersama

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar