Sukses

Haid Tidak Teratur dan Keputihan

04 May 2017, 21:45 WIB
Pria, 20 tahun.

Ass.... Dok saya mau nnya dong , saya harusnya kmaren tgl 21 aprl dtang bulan tp kok skarg udah tgl 24 msh blum haid telat 3 hari perut saya sering sembelit sakit pinggang pegel2 terus saya berhubungn sma suami kmaren pg trus saya siangnya keluar keputihan gitu kaya seperma , kenapa ya dok?

Terima kasih telah bertanya tentang Haid Tidak Teratur dan Keputihan melalui fitur Tanya Dokter.

Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Oligomenorea adalah suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari. Sedangkan siklus menstruasi kurang dari 21 hari disebut polimenore. Menorrhagia adalah kondisi dimana darah haid berlebihan, dan dapat lebih dari 7 hari; sedangkan metrorhagia adalah kondisi dimana siklus haid tidak teratur, kadang satu bulan bisa 2 kali, kadang 1 kali, bisa juga 3 kali.

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Dan lain sebagainya

Selain masalah hormon, dapat juga disebabkan oleh masalah organik seperti mioma uteri, kista, adenomiosis. Untuk memastikannya, kami menyarankan Anda memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan (SpOG) untuk menemukan penyebab dari keluhan Anda.


Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.


Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya.

Terkait dengan nyeri pinggang anda, apakah dirasakan saat menstruasi ? Apakah disertai dengan gejala lainnya?

Bila keluhan dirasa sangat mengganggu, kami sarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk diwawancara secara mendalam, dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pengambilan spesimen cairan vagina.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar