Sukses

Mengobati Hipertensi

04 May 2017, 09:06 WIB
Pria, 38 tahun.

Dok, Saya hipertensi 120-200 lebih... Apa obatnya yang cocok untukkku

Terima kasih telah bertanya tentang mengobati hipertensi melalui fitur Tanya Dokter.

Darah tinggi atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Untuk mendiagnosa hipertensi dibutuhkan 2 kali pemeriksaan tekanan darah di hari yang berbeda, dan dalam satu hari pemeriksaan pun dibutuhkan 2 kali pemeriksaan. Dimana diantara pemeriksaan bapak sebaiknya istirahat 15 menit. Apabila memang setelah 2 kali pemeriksaan tekanan darah tetap tinggi maka bisa disebut sebagai kondisi hipertensi.

Kondisi hipertensi sering tanpa gejala. Jika terdapat gejala, keluhan hipertensi antara lain: sakit/nyeri kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada. Keluhan tidak spesifik antara lain tidak nyaman kepala, mudah lelah dan impotensi.

Faktor risiko dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Hal yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi dan penyakit kardiovaskular dalam keluarga. Hal yang dapat dimodifikasi, yaitu:

  • Riwayat pola makan (konsumsi garam berlebihan).
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Aktivitas fisik kurang.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Dislipidemia.
  • Diabetus Melitus.
  • Psikososial dan stres.

Peningkatan tekanan darah dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup.

Modifikasi gaya hidup.

  1. Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan , Diet kaya buah, sayuran, produk rendah lemak dengan
    jumlah lemak total dan lemak jenuh yang rendah (Dietary Approaches To Stop Hypertension).
  2. Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal.
  3. Gaya hidup aktif/olah raga teratur
  4. Stop merokok.
  5. Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).

Obat-obatan inisial.

Jika Hipertensi tidak dapat diatasi dengan modifikasi gaya hidup diatas, maka perlu diberikan obat-obat golongan anti-hipertensi. 

Tekanan darah sistole yang mencapai 200mmHg menandakan belum optimalnya pengontrolan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi, seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan terkait mengobati hipertansi. Semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar