Sukses

Hasil Rontgen Suspek TBC

03 May 2017, 11:49 WIB
Pria, 23 tahun.

Assalamu'alaikum,, Dok mau tanya, saat ini saya sedang mengikuti proses rekrutmen di tahap MCU. Yg diperiksa yaitu darah, Urine, dan radiologi(Thorax PA).. Hasil dari pihak LAB rontgen saya "Suspek TB", maka dari itu dokter pihak perusahaan belum bisa meluluskan saya. Tetapi dokter(perusahaan) meminta utk check ulang(treatment ulang) di LAB yg berbeda, karena masih ragu dgn hasil rontgen nya yg terindikasi "TB" sementara nilai LED(darah) "NORMAL". setau saya juga jika ada infeksi di dalam tubuh pasti nilai LED cenderung tinggi. Selama ini juga saya tdk pernah merasakan gejala2 TB spt batuk2(berdahak), turun nafsu makan, dsb. Kerturunan dari org tua pun tdk ada. Yang mau saya tanyakan sbb : 1. Apakah ada kemungkinan jika saya cek ulang di LAB yg berbeda hasil rontgen nya juga bisa berbeda ? 2. Saya akan melakukan rontgen ulang dgn jeda 1minggu, apakah berbahaya ? *kalaupun iya, apa tips yg bisa saya lakukan jika tetap melakukan rontgen lg dgn jarak waktu tsb ? 3. Apakah kualitas printing rontgen bisa mempengaruhi hasil analisa dokter ? *karna saya sering dan sempat baca bberapa yg suspek TB juga, yg dimana mereka cek di tempat yg berbeda, hasilnya juga beda.. Mohon pencerahan nya dok,, terimakasih..

Terima kasih telah bertanya tentang hasil rontgen suspek TB melalui fitur Tanya Dokter

Dari keterangan hasil Rontgen menjelaskan kemungkinan Anda mengalami TBC (Tuberkolosis). Namun perlu diingat rontgen hanya merupakan pemeriksaan penunjang. Untuk mendiagnosis TBC, selain melakukan pemeriksaan penunjang, perlu dilakukan juga pemeriksaan fisik dan wawancara. Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan darah, foto rontgen dada dan pemeriksaan dahak 3 kali (sewaktu, pagi, sewaktu). Apabila seseorang telah didiagnosis menderita TBC, maka pasien tersebut harus menjalani terapi minum obat selama 6 bulan (kecuali pada kasus-kasus tertentu, seperti terapi kuman TBC yang kebal/resisten, dsb) yang dapat diperoleh secara gratis di puskesmas atau di instasi kesehatan milik pemerintah.

Dengan diulangnya pemeriksaan rontgen, sebenarnya pencitraan yang diberikana akan sama, namun interpretasi yang diberikan dapat berbeda. Kembali lagi, wawancara medis dan pemeriksaan fisik lah yang menentukan diagnosis akhirnya. 

Salah satu yang sering dikhawatirkan pada pemeriksaan medical check up adalah rontgen yang berulang-ulang. Dosis radiasi x-ray sebenarnya beberapa ribu kali lebih kecil untuk biasa menyebabkan kulit terbakar, penyakit, bahkan risiko kanker. Bahkan paparan radiasi yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar kita sangat jauh lebih besar. Satuan dosis radiasi dinyatakan dalam rem atau mSV (millisievert). Nilai batas dosis paparan radiasi yang dapat diterima adalah 1 mSV per tahun. Dosis rontgen kepala/paranasal adalah sekitar 0,1 mSV. Jadi maksimal dilakukan 10 kali dalam setahun.

Namun, alat-alat rontgen saat ini menggunakan radiasi dosis rendah sehingga aman bila diperlukan pengulangan. Seseorang dapat menjalani rontgen hingga 6-8 kali setahun tanpa mengalami efek samping.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait hasil rontgen suspek TB. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar