Sukses

Penanganan Dermatitis Atopik

03 May 2017, 10:03 WIB
Wanita, 23 tahun.

Hallo Dok, dok saya mau tanya.. Anak saya terkena dermatitis atopik, gimana ya dok cara menghilangkan ruam d pipi nya itu.. Khawatir bgt kalau ruam nya tidak hilang.. 😰

Terima kasih telah bertanya seputar Dermatitis Atopik menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Dermatitis atopik (DA) merupakan kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak, yang biasa ditandai oleh rasa gatal, penyakit sering kambuh, dan distribusi lesi yang khas.

Penyebab yang jelas dari DA belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan seperti:

  • Makanan Hampir 40% bayi dan anak dengan dermatitis atopik sedang maupun berat mempunyai riwayat alergi terhadap makanan.
  • Alergen Hirup Contohnya adalah tungau debu rumah, bulu binatang peliharaan, dan hamur atau ragweed di negara-negara dengan empat musim.
  • Infeksi Kulit Penderita dengan dermatitis atopik mempunyai kecenderungan infeksi kulit oleh Staphylococcus aureus, virus dan jamur

Gejala pada dermatittis atopik antara lain:

  • Dermatitis atopik kadang muncul pada beberapa bulan pertama setelah bayi lahir.
    Pada wajah, kulit kepala, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan, kaki atau tungkai bayi terbentuk ruam yang berwarna merah dan berair.
  • Dermatitis seringkali menghilang pada usia 3-4 tahun, meskipun biasanya akan muncul kembali.
  • Pada anak-anak dan dewasa, ruam seringkali muncul dan kambuh kembali hanya pada satu atau beberapa daerah, terutama lengan atas, sikut bagian depan atau di belakang lutut.
  • Warna, intensitas dan lokasi dari ruam bervariasi, tetapi selalu menimbulkan gatal-gatal.
  • Rasa gatal seringkali menyebabkan penggarukan yang tak terkendali sehingga penyakitnya semakin buruk.

 Menangani dermatitis atopik tidak sulit. Ada beberapa cara yang perlu dilakukan secara rutin untuk anak Anda, yakni:

  • Gunakan sabun bayi atau pembersih yang mengandung pelembab, tidak berwarna dan tidak mengandung pewangi.
  • Mandikan anak selama 15-20 menit 2 kali sehari, jangan gunakan air panas dan jangan menambahkan minyak karena akan memengaruhi penetrasi air.
  • Hindari pemakaian baju iritatif dari wol. Pakaian sebaiknya tipis, ringan, dan mudah menyerap keringat.
  • Hindari anak berkeringat berlebihan karena dapat membuat kulit iritasi. Segera lap keringat dengan mengunakan handuk basah yang bersih.
  • Perhatikan susu formula yang diberikan. Sebaiknya konsumsi susu hidrolisat secara ekstensif (formula terhidrolisasi seluruhnya) dan susu formula berbasis asam amino.
  • Hindari memberikan makanan mengandung telur, makanan laut, dan susu sapi pada anak.
  • Untuk ibu menyusui perhatikan makanan yang dikonsumsi yang berpotensial menimbulkan alergi seperti telur, seafood, ikan, kacang tanah, susu sapi, serta terigu.
  • Identifikasi faktor pencetus dan menghindarinya, termasuk alergen makanan dan inhalan.

Pada kasus yang berat, pemberian kortikosteroid lokal secara sistemik dapat diberikan, namun harus diperhatikan efek sampingnya dan diberikan jangka pendek (4 hari).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar