Sukses

Sakit Kepala Menahun

03 May 2017, 08:59 WIB
Pria, 21 tahun.

Selamat malam dokter, Dari kecil saya sudah sering sakit kepala. Kalau sudah sakit kepala dulu saya nangis terus dan kadang ditambah seperti vertigo (yang tiba-tiba terasa seperti naik komedi putar). Bahkan kadang dulu enak-enak main dan tiba-tiba kepala saya rasanya muter-muter dan harus pulang kerumah merangkak. Badan banjir keringet dingin. Pernah di suruh rontgen tapi saya tidak mau karena takut. Orang tua berbaik sangka saja mungkin karena mata saya minus jadi setiap hari di buatkan jus wortel dan dibawa ke optik. Saya akhirnya memakai kaca mata sejak kelas 2 SD. Kadang masih sering kambuh tapi tidak terlalu sering. Sakit kepala letaknya berubah-ubah. Kadang di bagian atas kepala, kadang kanan saja, kadang kiri saja, kadang terasa di atas mata dan kadang kepala berat+bagian leher belakang kaku atau terasa berat+seolah-olah langit-langit mulut bagian paling belakang itu terasa menempel dengan lidah dan menekan sehingga memperparah rasa tidak nyaman. Kalau sudah sakit kepala biasanya saya menggeletak saja di kasur. Mau bergerak, buka mata, ngomong sudah tidak kuat saking sakitnya. Setelah saya buat tidur, paginya biasanya sembuh tapi di bagian yang sakit itu jika di pegang akan terasa nyeri dan rambut rontok. Bagian atas kepala juga biasanya panas meskipun saya tidak demam kalau sedang kambuh. Hingga sekarang saya kuliah semester 8, sakit kepala yang sampai saya tidak bisa bangun itu intensitas kambuhnya sudah semakin sedikit. Meskipun kadang-kadang juga kambuh kalau saya telat makan, tidur kurang dan saat hendak menstruasi saja. Tapi akhir-akhir ini sekitar 4-5 bulanan sakit kepala yang parah seperti itu tidak lagi saya rasakan. Posisi sakitnya masih sama, tapi sekali kambuh tidak parah sampai saya tidak kuat bangun. Justru itu masalahnya. Karena biasanya sekali sakit hebat, saya buat tidur seharian atau semalaman besoknya sembuh. Ini sakit saya masih kuat beraktifitas tapi intensitasnya terlalu sering. Terutama yang kepala berat+bagian leher belakang kaku atau terasa berat+seolah-olah langit-langit mulut bagian paling belakang itu terasa menempel dengan lidah dan menekan. Saya bawa ke klinik kampus katanya saya gastritis dan berpengaruh ke sakit kepala karena memang saya gila pedas. Saya turuti, tapi tetap saja. Sambel bakso biasanya sekali makan 10 sendok sekarang saya maksimal 2 sendok bahkan kadang tidak pakai sambal. Saya pikir mendingan karena sudah beberapa hari tidak kambuh. Tapi 3 hari lalu saya usil pesan makanan pedas super dan sudah siap asam mefenamat tapi tidak terjadi apa-apa. Tadi sore saya bangun tidur leher saya dan yang langit-langit itu terasa lagi padahal saya tidak makan pedas setelah 3 hari lalu itu dok. Saya tidak pernah minum oskadon atau obat-obatan karena saking seringnya sakit. Pikiran awam saya takut kalo tiap kali sakit saya minumi obat, sakit kepala sembuh ginjal saya yang rusak. Tapi akhir-akhir ini karena saya dikejar deadline skripsi jadi selalu stand by asam mefenamat. Kira-kira kenapa itu dok? Apa perlu saya menjumpai dokter syaraf atau spesialis tertentu? Kondisi khusus: Sering begadang, gila pedas (2 bulan ini dikurangi), penciuman saya kurang peka dan disaat-saat tertentu tidak bisa membau sama sekali meskipun hidung saya plong hingga makan itu tidak ada rasanya (Alasan makan pedas karena saat tidak ada rasanya setidaknya saya masih bisa merasa panas di sekitar mulut dan perut, dengan begitu saya merasa sudah makan sesuatu), jadwal sakit kepala tidak tentu tapi biasanya pasti terjadi saat akan menstruasi, memiliki silinder tapi tidak memakai kaca mata karena sebenarnya saya merasa kondisi mata saya sehat (melihat tulisan kecil dan jauh bisa) dan kacamata saya pecah, belum mampu membeli baru, mahasiswi teknik komputer sehingga 7/24 selalu dihadapan komputer dan gadget.

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelum kami memberikan informasi lebih lanjut, ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan terkait dengan keluhan Anda. Sudah berapa lama keluhan sakit kepala setiap hari ini Anda rasakan? Dimana lokasi sakit kepala tersebut paling sering Anda rasakan? Apakah nyeri kepala sebelah, di sekitar bola mata, atau di belakang leher? Dan apakah diikuti gejala lain seperti mual, gangguan pendengaran (telinga berdenging), dan pandangan kabur? Dan yang terakhir apakah Anda sudah pernah memeriksakan tekanan darah?

Secara garis besar sakit kepala dapat dibagi menjadi sakit kepala primer (fungsional) dan sekunder (organik). Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Biasanya sakit kepala jenis ini dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, stres, dll. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. Sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak biasanya memiliki ciri sakit kepala yang semakin lama semakin berat intensitasnya dibandingkan sakit kepala sebelumnya, biasanya juga disertai dengan gangguan neurologis (saraf), misalnya gangguan penglihatan, kelemahan tubuh sesisi, dll.

Beberapa tipe sakit kepala primer adalah:

1. Sakit kepala tipe tegang (tension-type headache). Sakit kepala ini memiliki karakteristik kepala seperti diikat dimulai dari dahi hingga ke belakang leher. Penyebab tersering adalah menahan posisi kepala pada satu posisi tertentu dalam jangka waktu yang lama sehingga membuat kekakuan otot leher, misalnya duduk lama di depan komputer. Biasanya tipe sakit kepala ini tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan obat seperti analgesik ataupun massage (dipijat).

2. Sakit kepala tipe migraine. Sakit kepala ini memiliki karakteristik sakit kepala sebelah yang berdenyut dan bisa diawali oleh gejala-gejala seperti adanya kilatan cahaya, bising, mual, muntah, atau pandangan kabur. Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu.

3. Sakit kepala tipe cluster. Sakit kepala ini memiliki karakteristik sakit di sekitar bola mata. Biasanya berlangsung singkat, namun sakit kepala sangat hebat. Sakit kepala cluster biasanya terjadi secara episodik hingga 12 minggu. Kemudian berulang kembali pada episode berikutnya.

Sulit bagi kami untuk menentukan penyebab sakit kepala Anda dan bagaimana mengatasinya hanya berdasarkan keluhan Anda saja. Kami sangat menyarankan Anda berkonsultasi ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi lebih lanjut sehingga dapat ditegakkan diagnosis sakit kepala Anda dan penanganan yang tepat. Apalagi anda telah melakukan pemeriksaan tambahan, silahkan berdiskusi mengenai keluhan anda dengan dokter yang menangani anda. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar