Sukses

Diare pada Anak

03 May 2017, 08:06 WIB
Pria, 27 tahun.

dok mau tanya . anak saya 1 tahun 10 bulan 2 minggu kemrin sempet masuk rs dan katanya leukositnya tinggi radang dan aga batuk.pas di rs anak cuma di infus dan di kasih antibiotik sehari 3 kali lewat infusan .4 hari di rs bisa pulang dan dikasih resep antibiotik untuk 4 hari sedepan . setelah antibiotik abis bsknya anak muntah selang sehari di bawa kedokter untuk cek up dokter cuma bilang uda ok dan cuma batuk aja. di kasih resep obat batuk dan vitamin karna anak masih susah makan. sebelum obat di minum anak sya malah bab mencret . cair bgt bab nya . dan smpe 3 hari ini masih cair . dan dia cuma mau makan bubur yg lembek lembek aja.saya harus dmn ya dok ? apa bab mencret itu karna antibiotik nya atho knp ?

Terima kasih telah bertanya mengenai diare pada anak melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir.

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Obat lain yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak menurut WHO adalah zink. Dosis zink disesuaikan dengan usia.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak. Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai diare pada anak . Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar