Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Disfungsi Ereksi dan Penis Kecil

02 May 2017, 20:00 WIB
Pria, 29 tahun.

Selamat malam dok.saya mau nanya,penis saya kecil,mudah ereksi,dan baru penetrasi sekali sudah keluar,solusinya gimana y dokter.trims

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Kami mohon maaf sebelumnya atas adanya keterlambatan dalam penjawaban e-konsultasi Anda.

Ukuran penis normal pada beberapa etnis dapat berbeda-beda. Secara umum, panjang penis yang normal adalah 7,6 - 10,2 cm (saat lemas/flacid) dan 12,7 - 17,8 cm (saat ereksi). Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Berdasarkan data yang Anda berikan, ukuran penis tersebut tergolong lebih kecil dari normal. Banyak faktor yang dapat menyebabkan besar/kecilnya ukuran penis seorang laki-laki. Diantaranya adalah faktor ras, genetika, obesitas, gangguan hormon, nutrisi dan sebagainya. Bagaimana dengan anda? Berapakah ukuran penis anda?

Kami mengerti kekhawatiran Anda, secara umum gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

Kelainan pembuluh darah
Kelainan persarafan
Obat-obatan
Kelainan pada penis
Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar