Sukses

Penanganan TB Tulang

02 May 2017, 09:58 WIB
Wanita, 26 tahun.

Malem dok kemungkinan terburuk apa bagi penderita tb tulang yg terlambat di tangani?dan brapa lama penyebaran tb tulang?dan dokter spesialis apa saja yg harusnya menangani penderita tb tulang? trimakasih dok...

Terimakasih telah bertanya seputar TB Tulang menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Tuberkulosis atau TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa.Cara penularan penyakit ini melalui droplet yang dikeluarkan oleh penderita TB yang dalam udara yang dapat bertahan dalam suhu kamar (25-30o). Orang dapat terinfeksi apabaila droplet tersebut terhirup dalam saluran pernapasan.

Kuman TBC dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain.

Tergantung dari organ tubuh yang terkenal, bila mengenai tulang, gejala akan tergantung dari jenis tulang mana yang terkena. Umumnya akan terasa nyeri di bagian tubuh tertentu. Namun tentu saja sebelumnya untuk memastikan ini TBC tulang atau bukan harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan ada kontak erat antara Anda dengan penderita TBC tulang.

Tuberculosis tulang (TBC tulang) dapat menyerang hampir semua tulang tapi yang paling sering terjadi adalah TBC pada tulang belakang, pinggul, lutut, kaki, siku, tangan dan bahu. Rahang bawah (mandibula) dan sendi temperomandibular adalah daerah yang paling jarang terjangkit oleh kuman TBC.

Gejala TBC tulang

Pada awalnya penderita merasa pegal-pegal disertai rasa lelah pada sore hari. Pada tingkat selanjutnya penderita mengalami penurunan berat badan, demam, berkeringat di malam hari, kehilangan nafsu makan. Pada sendi gejalanya mirip arthritis yaitu nyeri pada sendi, bengkak, mengalami keterbatasan gerak.

Pengobatan TB tulang adalah dengan memberikan obat anti tuberkulosis (OAT) yang harus diminum dalam jangka waktu lama dan tidak boleh putus obat.

Kami sarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk tatalaksana lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar