Sukses

Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Gumoh

01 May 2017, 20:18 WIB
Pria, 31 tahun.

Apa sebabnya bayi gumoh Dan bagaimana cara mengatasinya kalo sudah terlalu sering

Terima kasih telah menggunakan layanan fitur Tanya Dokter mengenai bayi gumoh. 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelumnya Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah anak Anda muntah atau hanya gumoh. Gumoh adalah hal yang biasa terjadi pada bayi dan ini bukanlah muntah yang sebenarnya. Hal ini tidak perlu dicemaskan jika bayi tetap tampak sehat. Ini sangat wajar sebab bayi memiliki kerongkongan yang masih pendek dan belum berkembang dengan sempurna. Lagi pula, bayi sering berada dalam posisi tidur atau telentang, sehingga makanan yang masuk mudah keluar kembali. Berbeda dengan muntah yang sebenarnya, gumoh tidak perlu dicemaskan selama bayi tampak sehat.

Umumnya gumoh akan berhenti ketika bayi menginjak usia 12-14 bulan. Saat itu sfingter esofagus bawah (otot di persambungan esofagus dan lambung) sudah dapat menutup sempurna, sehingga mampu mencegah isi lambung keluar kembali. Namun bila setelah melewati usia 18 bulan bayi masih mengalami gumoh, maka perlu diwaspadai akan adanya masalah medis tertentu. Pada gumoh, biasanya bayi hanya mengeluarkan/memuntahkan kembali sedikit susu yang dikonsumsinya.

Sementara muntah merupakan gejala yang lebih kompleks di mana otot secara paksa mengeluarkan makanan yang telah masuk ke dalam saluran cerna. Muntah, terutama jika berulang, menunjukkan adanya kondisi medis yang lebih serius seperti kelainan anatomi saluran cerna berupa stenosis pylorus atau penyempitan otot yang menghubungkan lambung dengan usus halus; hingga alergi makanan seperti alergi susu sapi.

Namun bila bayi sangat sering mengalami gumoh, bahkan disertai dengan muntah, bisa jadi ia mengalami penyakit refluks atau gastroesophageal reflux disease. Gejala-gejalanya adalah:

Bayi selalu gumoh dalam jumlah yang banyak, apalagi setiap kali minum susu.

Bayi tampak kesakitan atau rewel setelah minum susu.

Bayi mengalami gangguan pernapasan atau tampak sesak.

Berat badan bayi sulit bertambah.

Penyakit refluks sering ditemukan pada bayi yang lahir prematur, lahir dengan berat rendah, alergi terhadap susu sapi, atau memiliki kelainan saraf dan otot seperti pada cerebral palsy. Apabila penyakit refluks ini tidak segera ditangani, maka keseimbangan nutrisi akan terganggu karena bayi tidak dapat memperoleh makanan yang memadai dan tubuh tidak sempat menyerap nutrisi dari makanan tersebut.

 

Untuk itu Anda perlu membantu bayi untuk bisa bersendawa dengan benar untuk mengurangi gumoh.

Cara Menyendawakan Bayi :

Bayi digendong, menghadap ke belakang dengan dada bayi diletakkan pada bahu Ibu.

Kepala bayi disangga/ditopang dengan tangan Ibu.

Usap punggung bayi perlahan-lahan sampai bayi sendawa.

Jika keluhan gumoh menganggu proses menyusui anak Anda dan terdapat tanda-tanda di atas, mungkin sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis anak agar penyebab sebenarnya dari gumoh anak Anda dapat diketahui dan ditatalaksana dengan tepat sebelum bayi Anda mengalami gangguan pertumbuhan lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan mengenai bayi gumoh, semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar