Sukses

Perawan atau Tidak

01 May 2017, 12:08 WIB
Wanita, 18 tahun.

Dok, saya mau tanya! saya punya teman curat dengan saya. dia pernah diperkosa oleh saudara nya yang sudah dewasa sewaktu umurnya 5 tahun.tapi dia ngga tau saat itu keluar darah atau ngga. yg dia rasain keesokan harinya pas kencing vaginanya terasa sakit. saat remaja dia mempunyai pacar dia curhat ke pacar nya tentang masalah itu karena pacar nya penasaran dia memasukkan jarinya ke dalam vagina teman saya. ngga tau deh sampe berapa jari. tapi ngga berdarah. dan sejak kecil teman saya sering melakukan mastrubasi. apakah itu sudah tidak perawan lagi,?

Terima kasih telah bertanya mengenai keperawanan melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Istilah keperawanan saat ini lebih ditekankan pada ada atau tidaknya selaput dara atau hymen pada liang vagina seorang wanita. Pada umumnya, pemeriksaan keperawanan dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara atau hymen secara langsung. Pemeriksaan keperawanan tidak dapat dilakukan dengan melakukan tes darah saja.

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah:

1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, dan

2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Sebenarnya, definisi yang lebih tepat dari hilangnya keperawanan adalah telah masuknya penis ke dalam vagina (penetrasi) atau telah melakukan hubungan intim.

Pada umumnya selaput dara/hymen akan robek saat hubungan seksual pertama kali akibat penetrasi yang dilakukan. Namun robekan mungkin saja tidak terjadi pada jenis selaput dara yang sangat elastis. Dan robekan pada selaput dara pun tidak harus selalu diakibatkan oleh hubungan seksual. Hal ini dapat juga disebabkan karena penggunaan tampon dan olahraga berat yang juga dapat menyebabkan keadaan robekan selaput dara yang tipis strukturnya. Jari yang dimasukkan ke dalam vagina dapat menyerupai aktivitas penetrasi penis dan berpotensi menyebabkan robeknya selaput dara. Jika jari yang dimasukkan ke dalam vagina Anda sudah cukup dalam dan telah merobek selaput dara maka perdarahan dapat terjadi. Namun, karena belum termasuk hubungan intim dengan penetrasi penis sehingga belum dapat disimpulkan mempengaruhi keperawanan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa keperawanan seseorang tidak dapat ditentukan hanya dari utuh atau tidaknya selaput dara namun pada proses penetrasi yang terjadi sebelumnya. Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai keperawanan . Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar