Sukses

Keperawanan dan Keputihan

29 Apr 2017, 11:10 WIB
Wanita, 24 tahun.

malam dok, saya mau Tanya gmn pemeriksaan untuk calon istri TNI ya? Apa Saja yg diperiksa? Bagaimna jika dulu di saat usia 10 thn dia pernah terjatuh dri sepeda? Apa bisa dikatakn tdk perawan? Keputihan yg luar biasa karna diabetes jga? saya dengar klo Akan menikah harus Di cek keperawanannya?

Terima kasih telah bertanya mengenai keperawanan dan keputihan melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Sulit bagi seorang untuk menentukan apakah pasangannya masih perawan atau tidak. Untuk mengetahuinya diperlukan pemeriksaan fisik teliti oleh seorang dokter. Namun perlu Anda ketahui bahwa terdapat dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah:

1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan

2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Apa itu himen?

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. Himen dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan. Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan.

Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Karena itu konsep yang perlu digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim.

 

Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Karena itu konsep yang perlu digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa himen dapat robek tanpa disertai perdarahan maka hubungan intim pada malam pertama tidak selalu harus disertai dengan perdarahan.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal maka memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

TPeriksakan diri Anda ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk mengetahui penyebab keputihan dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai keperawanan dan keputihan . Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar