Sukses

Pilih Alat Kontrasepsi/KB

30 Apr 2017, 13:30 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, saya mau tanya kontrasepsi yang baik untuk ibu muda usia 20an seperti saya itu kontrasepsi oral, injeksi, Atau yang bagaimana.. Karena sesuai pengalaman teman" saya, kalau memakai kontrasepsi suntik(injeksi) badan menjadi tambah gemuk, Terimakasih

Terimakasih telah bertanya seputar KB menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter

Untuk mencegah kehamilan terdapat beberapa jenis kontrasepsi, yang lebih sesuai untuk usia produktif yang mengharapkan kontrasepsi jangka pendek antara lain:

1. kontrasepsi hormonal (pil atau suntik), dan

2. barrier (penghalang)

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi hormon estrogen-progesteron maupun pil progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron.

Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan.

Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang. Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll.

Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan. Haid tidak teratur memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB, meskipun biasanya lebih sering pada penggunaan KB suntik.

Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain:

  • Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
  • Rasa nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Rasa kembung
  • Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)

Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pada masing-masing wanita.

Untuk itu, kami sarankan Anda dapat terus mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar