Sukses

Nyeri Sendi

29 Apr 2017, 10:57 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, kenapa saya sering merasakan sakit dibagian sendi saya, sering terjadi pembengkakan pada jari dan sendi2 saya dan jika pagi sulit berjalan karena lutut dan kaki saya sakit nyeri

Terima kasih telah bertanya mengenai nyeri sendi melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

Terkait dengan keluhan yang Anda alami, ada beberapa hal lebih lanjut yang perlu diketahui, seperti di sendi mana sajakah keluhan dirasakan, sejak berapa lama keluhan dirasakan, apakah ada faktor-faktor tertentu yang memicu timbulnya keluhan, apakah dirasakan terus-menerus atau hilang timbul, apakah disertai dengan kemerahan, bengkak, atau rasa panas pada sendi, dan sebagainya.

Penyebab nyeri sendi sebenarnya sangat beragam. Dua penyebab yang cukup sering menimbulkan nyeri sendi ini adalah cedera dan radang sendi (artritis).

Cedera yang dialami seseorang dengan melibatkan cedera sendi akan mengakibatan peradangan dan kerusakan pada sendi tersebut. Apabila cedera yang dialami tidak terlalu berat, dengan penanganan yang baik maka gangguan pada sendi tersebut hanya akan bersifat sementara, dan fungsi sendi akan segera kembali seperti sediakala. Namun, cedera yang lebih berat dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dalam rongga sendi. Terutama pada orang-orang yang mengonsumsi obat pengencer darah untuk alasan tertentu. Bila terjadi perdarahan, sendi tersebut akan terasa sangat nyeri, merah, hangat bila dipegang, dan sulit untuk digerakkan. Bila tanda-tanda ini terjadi, sebaiknya Anda segera mencari bantuan medis agar cedera yang Anda alami dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Penyebab nyeri sendi yang kedua dan cukup sering terjadi adalah artritis. Artritis berarti terdapat suatu proses peradangan yang terjadi pada sendi. Terdapat beberapa jenis artritis, tergantung dari karakteristik peradangannya, lokasinya, gejala lain yang menyertai, dan sebagainya. Osteoartritis adalah keadaan terjadinya peradangan sendi akibat pengikisan bantalan tulang rawan yang melapisi ujung tulang. Akibatnya, akan banyak terjadi pergesekan antara tulang dan menimbulkan nyeri. Sendi yang biasa terkena adalah sendi banyak menopang berat tubuh, seperti sendi panggul, lutut, dan tulang belakang Osteoartritis terjadi seiring dengan proses penuaan. Namun jangan salah, walaupun risikonya meningkat saat seseorang berusia di atas 45 tahun, osteoartritis bukanlah merupakan suatu kondisi yang normal terjadi. Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoartritis adalah berat bedan berlebih, riwayat cedera pada sendi, dan penggunaan satu sendi secara berlebihan. Dengan menjaga berat badan tetap ideal, menjaga keamanan persendian dan menerapkan pola hidup sehat, risiko osteoartritis dapat diminimalisir

Selain osteoarthritis, salah satu jenis radang sendi lainnya yang dapat terjadi adalah reumatoid artritis. Berbeda dengan osteoarthritis, reumatoid artritis lebih banyak terjadi pada golongan usia muda, dan risiko akan berkurang seiring dengan penuaan yang terjadi. Wanita berisiko terkena reumatoid artritis 3 kali lebih besar daripada pria. Reumatoid artritis merupakan suatu penyakit autoimun di mana tubuh tidak bisa lagi membedakan mana lawan dan mana kawan. Tubuh mulai memproduksi zat yang menyerang sel-sel di dalam tubuh, termasuk sel-sel dalam sendi. Sendi yang terlibat kemudian akan menjadi radang, terlihat bengkak, merah dan nyeri. Pada anak-anak, artritis serupa bisa juga terjadi. Hal ini dikenal dalam dunia medis sebagai juvenile rheumatoid arthritis.

Bila nyeri sendi terjadi akibat cedera, segera istirahatkan sendi Anda. Sanggah sendi yang cedera agar posisinya sedikit lebih tinggi, dan bila memungkinkan lakukan bebat dengan bebat elastis. Selain itu, kompres es juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi bengkak pada sendi. Namun demikian, bila cedera yang Anda alami cukup berat, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat dievaluasi terkait terjadinya cedera jaringan yang lebih berat, misalnya patah tulang, di sekitar sendi tersebut. Selain menerapkan cara di atas, penggunaan obat, seperti parasetamol, ibuprofen, dan asam mefenamat juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri sendi yang terjadi, baik nyeri sendi karena cedera maupun nyeri sendi karena artritis.

Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter guna dapat dilakukan pemeriksaan fisis secara langsung untuk menentukan diagnosis yang sesuai serta tata laksana yang optimal. Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai nyeri sendi . Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar