Sukses

Demam dan Tekanan Darah Tinggi

28 Apr 2017, 14:43 WIB
Wanita, 33 tahun.

Selamat sore dokter Suami sy usia 37th. 3 hari pusing dikepala bagian atas, enyu- enyut, demam tinggi, disertai tekanan darah 145/95, kiranya sakif apa ya dokter? Terima kasih

Terimakasih telah bertanya seputar Demam dan Tekanan Darah Tinggi menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Demam merupakan reaksi tubuh untuk melawan mediator inflamasi(radang), umumnya terjadi akibat adanya infeksi yang menyerang tubuh. Selain demam, gejala lain apa yang ibu anda alami (misalnya batuk, diare, masalah kencing, dsb)?

Sedangkan tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Kondisi ini sering tanpa gejala. Jika terdapat gejala, keluhan hipertensi antara lain: sakit/nyeri kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada. Keluhan tidak spesifik antara lain tidak nyaman kepala, mudah lelah dan impotensi.

Faktor risiko dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Hal yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi dan penyakit kardiovaskular dalam keluarga. Hal yang dapat dimodifikasi, yaitu:

Riwayat pola makan (konsumsi garam berlebihan).
Konsumsi alkohol berlebihan.
Aktivitas fisik kurang.
Kebiasaan merokok.
Obesitas.
Dislipidemia.
Diabetus Melitus.
Psikososial dan stres.

Peningkatan tekanan darah dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup.

Modifikasi gaya hidup.
Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan , Diet kaya buah, sayuran, produk rendah lemak dengan
jumlah lemak total dan lemak jenuh yang rendah (Dietary Approaches To Stop Hypertension).
Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal.
Gaya hidup aktif/olah raga teratur
Stop merokok.
Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).
Obat-obatan inisial. Jika Hipertensi tidak dapat diatasi dengan modifikasi gaya hidup diatas, maka perlu diberikan obat-obat golongan anti-hipertensi. Diperlukan komitmen dan disiplin terapi dalam menggunakan obat ini, dimana obat diminum harus setiap hari sesuai dengan dosis yang dianjurkan, walaupun penderita tidak merasakan adanya keluhan.

Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi, seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Untuk itu, agar mendapatkan terapi yang tepat ajaklah ibu anda untuk mengunjung dokter spesialis penyakit dalam terdekat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar