Sukses

Sakit Perut dan Penyakit Tifus

27 Apr 2017, 09:53 WIB
Wanita, 19 tahun.

Saya memiliki riwayat asam lambung dan tipus, saya pernah di rawat karena tipus kira2 sudah ebam bulan yang lalu.. Akhir2 ini Sudah sepuluh harian kepala saya pusing terus, sering mual, perut bagian atas sakit sampe ke punggung sampe ke kepala,demam, ada batuknya juga, tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, jarang BAB, saya kira tifus/asam lambung saya yang kumat, sudah saya obati dengan obat yang biasa saya konsumsi tapi tidak ada perubahan, saya sudah ke dokter dan cek darah juga, tekanan darah saya 90/60, hasil cek darah semuanya masih normal tidak ada tipus tapi leukosit saya katanya tinggi 11.44. Sama dokternya cuma dikasih obat, sampai obat habis gejala itu masih ada juga... Saya Kenapa ya dok? Apa penyebabnya, dan bagaimana mengobatinya?

Terima kasih telah bertanya tentang sakit perut dan penyakit tifus melalui fitur Tanya Dokter. 

Demam tifoid atau dalam istilah awam dikenal dengan demam tipes merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella typhii yang ditularkan lewat makanan. Gejalanya bisa berupa demasm, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, penurunan nafsu makan dan nyeri perut. Kadang penderita merasakan nyeri ketika berkemih dan terjadi batuk serta perdarahan dari hidung. Gejala penyakit demam tifoid dapat berlangsung antara 10-14 hari. Demam tifoid dapat berulang jika terdapat penurunan daya tahan tubuh.

Penderita demam tifoid perlu mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter sesuai petunjuk, beristirahat cukup dan juga memperhatikan asupan makanan dan minumannya.

Berikut ini panduan makanan bagi penderita demam tifoid:

1. Hindari makanan berserat tinggi dan sedang, susu, produk susu, dan daging berserat kasar, makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu tajam
2. Makanan lebih baik dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu yang tidak terlalu panas atau dingin agar tidak merangsang pencenaan
3. Makanan lebih baik diberikan sering namun dalam porsi kecil
4. Bila diberikan untuk jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, perlu disertai suplemen vitamin dan mineral, atau makanan formula.

Berikut pencegahan demam tifoid:

1. Ketahui dengan pasti makanan yang Anda makan dimasak sematang mungkin
2. Ketika Anda merasa bahwa tubuh Anda sedang kurang fit, hindari jajan sembarangan karena pada dasarnya penyakit apapun akan lebih mudah menyerang saat tubuh kita dalam kondisi yang kurang prima.
3. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah Anda makan, ikuti 7 langkah mencuci tangan yang dianjurkan WHO
4. Jika memungkinkan, bawalah perbekalan makan dari rumah, segala sesuatu yang dimasak di rumah sendiri seharusnya lebih higienis daripada yang biasa Anda dapatkan di tempat umum.

Pada individu yang pernah mengalami demam tifoid, sangat memungkinkan penyakit ini kambuh lagi. Karena, umumnya kuman tifoid tidak benar-benar hilang dari saluran cerna (sekalipun telah diberi obat) sehingga ketika daya tahan tubuh turun, kerap kali kuman tifoiid kembali menyerang tumbuh, dan menimbulkan gejala tifoid kembali.

Namun bukan berarti anda dapat membeli obat sendiri dengan resep obat yang sama dengan sebelumnya, karena kondisi ini perlu dipastikan dengan pemeriksaan secara langsung. Untuk itu, agar menghindari kesalahan terapi, kami anjurkan anda memeriksakan diri kepada dokter terdekat. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar