Sukses

Cara Memilih Kontrasepsi yang Tepat

26 Apr 2017, 00:22 WIB
Wanita, 21 tahun.

Halo dok, saya mau tanya. Bulan lalu saya memutuskan untuk memakai suntik kb 1 bulan, namun menstruasi menjadi panjang dan banyak sehingga tidak saya lanjutkan. Saya tidak bisa menggunakan pil kb mengingat saya pelupa dan sibuk. Apa kontrasepsi yang cocok untuk saya dan tidak menganggu hormon serta menstruasi?

Terima kasih telah memilih fitur Tanya Dokter mengenai Kontrasepsi.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pemilihan kontrasepsi yang terbaik ditentukan dari karakteristik setiap pengguna, tentu harus diketahui riwayat medis Anda secara lebih lengkap untuk memberikan rekomendasi yang tepat. Namun izinkan kami menjelaskan berbagai keuntungan dan kerugian dari berbagai pilihan kontrasepsi. Untuk mencegah kehamilan terdapat beberapa jenis kontrasepsi, yang lebih sesuai untuk usia produktif yang mengharapkan

kontrasepsi jangka pendek

antara lain:

kontrasepsi hormonal (pil atau suntik), dan
barrier (penghalang)

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi hormon estrogen-progesteron maupun pil progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang.

Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

Haid tidak teratur memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB, meskipun biasanya lebih sering pada penggunaan KB suntik. Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain:

Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
Rasa nyeri payudara
Sakit kepala
Mual
Rasa kembung
Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)

Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pada masing-masing wanita. Untuk itu, kami sarankan Anda dapat terus mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda. Dan melihat kondisi keputihan yang Anda alami apakah keputihan fisioligis atau yang patologis.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. 

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar