Sukses

Hamil: Keputihan dan Sakit Perut Kanan Bawah Saat Batuk

25 Apr 2017, 15:42 WIB
Pria, 25 tahun.

Doter sy mau tnya tentang kehamilan sy yg ke 2 ini .sy suka merasakan ngedegel dn sakit kalo batuk tepatx disebelah kanan perut bawah .trus kemaluan sy jg sering keluar keputihan sedikit stlh mekomsumsi masakan yg br bau terasi .itu knpa ya dokter sy jd bingung .seringx saya batuk2

Terimakasih telah bertanya seputar Batuk Saat Hamil dan Keputihan Saat Hamil menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami ucapkan selamat atas kehamilan Anda dan semoga kehamilan dan proses persalinan berjalan lancar, Ibu dan bayi sehat selalu.

Penyakit yang anda alami termasuk dalam penyakit ISPA. ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Penyakit ISPA dibagi dalam dua golongan, yaitu pneumonia (radang paru) dan yang bukan pneumonia seperti batuk pilek. Penyebab batuk pileknya dapat disebabkan oleh virus; seperti Rotavirus, virus Influenza,dan bakteri; Streptococcus pneumoniae dan bakteri Staphylococcus aureus. Gejala yang biasa dirasakan dapat berupa demam, batuk, sesak nafas, berat badan menurun, myalgia atau nyeri otot, dsb.

Saat batuk yang keras, adakalanya beberapa orang merasakan nyeri di bagian perut bagian kanan atau bagian kiri yang merupakan tempat diafragma. Diafragma merupakan otot utama dalam pernafasan, yang dimana saat kita batuk kita akan cenderung untuk mengekspulsi atau mengeluarkan udara dengan sekuat-kuatnya sehingga terkadang terasa nyeri di bagian tersebut. Pilihlah obat yang aman bagi kehamilan Anda.

Obat batuk yang terbukti aman untuk kehamilan adalah obat yang terbuat dari bahan alami, yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, atau di Indonesia dikenal dengan istilah obat batuk hitam. Obat batuk yang juga aman untuk kehamilan (khususnya pada kehamilan muda) adalah yang mengandung senyawa dextrometrophan (DM) serta senyawa glyceril guayacolat (GG) untuk pengencer lendir. Guncangan batuk tidak dapat mempengaruhi kehamilan. Janin dilindungi oleh placenta yang sangat kuat sehingga guncangan seperti batuk tidak dapat berpengaruh terhadap kehamilan.

Terkait dengan keputihan yang anda alami, cairan vagina yang berlebihan bisa terjadi pada saat kehamilan. Penyebabnya antara lain karena perubahan kadar hormon estrogen, serta terjadinya peningkatan aliran darah ke daerah vagina saat kehamilan. Keputihan terbagi atas dua jenis, yakni keputihan normal maupun abnormal. Dalam keadaan normal cairan vagina berwarna jernih dan tidak berbau ataupun gatal. Namun ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, serta disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll), maka menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal. Sementara itu, cairan keputihan normal saat kehamilan tidak memerlukan pengobatan khusus dan tidak perlu dikhawatirkan.

Jika keputihan saat hamil tidak berbau namun terdapat gejala nyeri saat berkemih atau berhubungan seksual, gatal dan rasa panas, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi jamur. Jika keputihan saat hamil berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis terutama setelah berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika keputihan saat hamil berwarna kuning disertai bau, vagina terasa gatal dan berwarna merah, serta rasa tidak nyaman saat berkemih dan berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh bakteri trichomoniasis yang berasal dari infeksi akibat berhubungan seksual.

Keputihan abnormal dapat dikurangi dengan berbagai cara, seperti menghindari penggunaan panty liner setiap hari, selalu menggunakan celana dalam berbahan katun, serta tidak memakai celana dalam berbahan sintetis dan ketat. Cara lainnya adalah:

1. Setelah mandi, pastikan area genitalia dikeringkan dengan handuk kering, bukan dengan tisu kering.

2.Apabila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang dengan menggunakan handuk. Hal ini dapat. mengurangi risiko terpapar bakteri yang berasal dari anus.

3. Jangan melakukan tindakan douche atau pembilasan vagina, karena tindakan ini dapat mengganggu keseimbangan pH di vagina serta menyebabkan infeksi vagina.

4. Hindari penggunaan pembersih vagina dan sabun yang mengandung pengharum.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar